01 Agustus 2026

POHON JARAK YANG LAYU

Sabtu, 1 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Yunus 4:7
Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu.

POHON JARAK YANG LAYU

Pohon jarak yang secara ajaib tumbuh menaungi kepala Yunus pada hari sebelumnya yang memberikan sukacita. Yunus yang tadinya berubah dari enggan melakukan tugasnya (mungkin karena alasan politis nasionalis) menjadi marah menjadi terhibur oleh pohon jarak ajaib itu ~ bersukacita karenanya.

Hari kedua, pohon jarak itu digerek oleh seekor ulat sehingga menjadi layu. Dikatakan bahwa itu terjadi atas penentuan Tuhan, berarti ada maksud yang hendak disampaikan oleh Tuhan melalui perkara itu,

Fajar menyingsing adalah waktu persiapan untuk melakukan yang terbaik, mengubah perspektif. Tetapi Yunus masih terpaku pada pohon jarak itu bahkan pada perkara hidupnya yang pada perkara Niniwe yang diampuni Tuhan yang telah mengesalkan hatinya.

Pohon jarak yang layu menegaskan perlunya perspektif. Paling tidak, Yunus bergerak untuk memperbaiki tempat pemantauannya atas kota Niniwe atau yang lebih baik dari itu, yaitu beranjak dari sana dan melupakan semuanya.

'Pohon jarak Yunus' yang layu pada menjelang pagi hari bukanlah soal kehilangan naungan hidup tetapi peluang baru yang diciptakan Allah.

Matius 6:34
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

-----

Tidak ada komentar:

Posting Komentar