02 Januari 2023

CIPTAAN BARU

Senin, 2 Januari 2023
Renungan Pagi

2 Korintus 5:17
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

CIPTAAN BARU

Hari ini sudah hari kedua tahun ini dan suasana Tahun Baru sudah mulai terasa dingin; bahkan kunjungan yang diterima setelah sepekan berlalu bisa jadi tidak terasa lagi sebagai kunjungan tahun baru.

Suasana akrab dan hangat yang tergantung pada momen adalah pertanda bahwa ada masih yang harus lebih diperbaharui lagi.

Tahun baru hendaknya menjadi kesempatan untuk membentuk diri menjadi ciptaan baru, yaitu berada di dalam Kristus; seluruh tindakan, sikap, pergaulan, dan cara berpikir tidak tergantung pada momen tetapi pada kehendak Tuhan.

Menjadi ciptaan baru berarti membuang yang lama, tidak dalam arti melupakan masa lalu tetapi menilai hidup yang telah menjadi masa lalu dan meninggalkan yang tidak berguna lagi, yang tidak disukai Tuhan dan sesama, hidup yang sudah lama diharapkan tidak ada lagi pada setiap orang.

Ciptaan baru itu selalu baru setiap saat; meski selalu kelihatan selalu sama, tetapi kapan pun dan dengan siapa pun selalu disenangi seperti menerima sesuatu yang baru dan baik. Ini hanya terwujud ketika seseorang masuk ke dalam Kristus.

Wahyu 21:5
Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

01 Januari 2023

DISENANGI TUHAN

Minggu, 1 Januari 2023
Renungan Pagi

Mazmur 147:11
TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.

DISENANGI TUHAN

Menjadi orang kesenangan memiliki dua sisi yang saling terkait. Sisi pertama adalah ia menjadi pribadi yang diterima secara khusus oleh orang yang menyenanginya. Pada sisi sebaliknya, menjadi orang yang disenangi bertanggung jawab untuk menjaga hidupnya tetap menyenangkan. Kalau orang yang disenangi melakukan hal yang tidak menyenangkan, maka ia akan menjadi pribadi yang sangat mengecewakan.

Pribadi yang disenangi Tuhan tergantung pada dua hal, yaitu 1) Takut pada Tuhan dan 2) berharap pada kasih Tuhan.

Takut pada Tuhan adalah melakukan segala kehendak Tuhan dengan tulus hati, bukan hanya untuk diberkati melainkan mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan.

Berharap pada kasih setia Tuhan artinya selalu mengandalkan Tuhan untuk setiap kebutuhannya dalam sikap percaya sepenuhnya.

Pribadi yang disenangi Tuhan berarti ia diperhatikan secara khusus oleh Tuhan, diberi kekuatan kala kesulitan, dituntun menemukan jalan dari setiap masalah hidup yang terjadi.

Roma 5:5
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.