02 Juni 2023

BAHAGIA DAN PANJANG UMUR

Jumat, 2 Juni 2023
Renungan Pagi 

Efesus 6:2-3
² Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: 
³ supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. 

BAHAGIA DAN PANJANG UMUR

Menghormati orang tua (ayah dan ibu) adalah tanggung jawab setiap anak sebab kehidupan dikaruniakan oleh Tuhan melalui mereka.

Disebut sebagai perintah yang penting. Hidup adalah sebuah pergeseran dari perintah kepada tindakan karena dorongan batin. Jika seorang tidak lagi mengasihi orang tuanya karena perintah tetapi karena dorongan batin, maka ia akan berbahagia.

Berbahagia dan panjang umur adalah dua keadaan berpasangan yang paling diharapkan oleh manusia tetapi lebih besar pada porsi berbahagia dari pada panjang umur. Orang panjang umur tetapi tidak bahagia pasti tidak lebih baik dari pada berbahagia meski hidupnya cuma singkat.

Tuhan berjanji akan mengaruniakan kebahagiaan dan umur panjang kepada mereka yang mengasihi orang tua. Kebahagiaan yang paling besar yang ada di dunia ini adalah ketika merasa berbahagia membahagiakan orang tua.

Tugas orang tua adalah memberi pemahaman kepada anak-anaknya bahwa mengasihi orang tua adalah panggilan terbesar yang pernah ada.

Amsal 23:25
Biarlah ayahmu dan ibumu bersukacita, biarlah beria-ria dia yang melahirkan engkau. 

01 Juni 2023

HIDUP YANG SALEH

Kamis, 1 Juni 2023
Renungan Pagi

2 Petrus 1:3
Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.

HIDUP YANG SALEH

Hidup yang saleh adalah bersikap, bertindak, dan merespons sesuai dengan kehendak Allah.

Allah mengaruniakan hidup yang saleh dan bukan hidup yang saleh supaya diberkati; manusia yang saleh adalah mereka yang sadar bahwa Allah dekat kepadanya.

Kuasa Ilahi adalah sumber hidup yang saleh itu; jika orang tidak percaya bahwa Allah berkuasa, maka orang akan selalu berkeluh kesah tentang hidup yang berat lalu pada akhirnya akan bertindak sesuka hati untuk mengatasi apa yang dikeluhkannya.

Hidup yang saleh itu ditunjang oleh hal-hal (segala sesuatu) yang berguna;  melakukan hal yang tidak berguna berarti menghilangkan kesalehan.

Kesalehan itu ada untuk kemuliaan bagi kuasa Allah yang ajaib yang telah memberi yang terbaik kepada manusia. Kesalehan yang dimaksudkan untuk dilihat orang adalah kesombongan rohani.

Matius 6:1
"Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. ..."