04 Oktober 2025

KETIKA BERLAMBAT-LAMBAT

Sabtu, 4 Oktober 2025
Renungan Pagi

Kejadian 19:16
Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana.

KETIKA BERLAMBAT-LAMBAT

Situasi yang terjadi pada Lot dan keluarganya ketika Tuhan hendak menunggangbalikkan Sodom dan Gomora serta menghanguskannya dengan api.

Hari masih malam sebab matahari belum terbit, dan Lot beserta keluarganya harus melakukan perjalanan tanpa tujuan yang pasti.

Hati yang terikat dengan tempat di mana mereka ada sebab di situlah mereka telah hidup sebelumnya dan sekarang mereka harus meninggalkannya.

Lot dan keluarganya merasa bahwa mereka tidak pasti sebab mereka tidak didukung oleh kedua calon menantu dalam keluarga yang tidak mau pergi bersama-sama dengan mereka.

Semua yang telah disebutkan sebelumnya bisa menjadi alasan mengapa Lot (bersama keluarganya) berjalan berlambat-lambat tetapi kasih Allah menuntun dan memberikan satu kepastian untuk melangkah lebih cepat bahkan seharusnya berlari bahwa Allah mengasihi umat-Nya dan memberikan keselamatan kepada mereka.

Yohanes 3:36
"... Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

03 Oktober 2025

BERDIRI DI HADAPAN HADIRAT TUHAN

Jumat, 3 Oktober 2025
Renungan Pagi 

Ezra 9:15
"... Ya TUHAN, Allah Israel, Engkau maha benar, sebab kami masih dibiarkan tinggal sebagai orang-orang yang terluput, seperti yang terjadi sekarang ini. Lihatlah, kami menghadap hadirat-Mu dengan kesalahan kami. Bahwasanya, dalam keadaan demikian tidak mungkin orang tahan berdiri di hadapan-Mu." 

BERDIRI DI HADAPAN HADIRAT TUHAN 

Manusia hakikatnya adalah bersalah dan kesalahan itu adalah dosa. Ada kesalahan yang bukan dosa tetapi dosa sudah pasti disebabkan oleh kesalahan.

Allah maha benar justru karena Ia membiarkan bangsa Israel menjadi bangsa yang tetap ada dengan membiarkan orang-orang yang terluput di antara mereka dari hukuman karena dosa mereka.

Doa Ezra adalah sebuah pengakuan yang tulus tentang keadaan mereka yang sesungguhnya 'tidak tahu diuntung', sudah dikasihi masih tetap saja melakukan dosa, suatu hal yang sebenarnya membuat mereka tidak layak menghadap hadirat Tuhan; tidak layak berdoa dan tidak layak untuk daj
Allah itu maha benar dan itulah sebabnya umatNya yang bersalah dapat tetap datang ke  hadiratNya.

Sadarilah bahwa kesalahan dan dosa membuat orang tidak akan mampu bertahan di hadapan hadirat Tuhan; bahkan di hadapan manusia pun tidak.

Tidak ada manusia yang sempurna tetapi tetapi sadar diri itu penting dan membuat manusia tahan berdiri dalam hidup ini; berdiri di hadapan hadirat Tuhan itu adalah setiap waktu dalam kerendahan hati sebagai makhluk yang tidak luput dari salah dan dosa tetapi tetap memuliakan Tuhan dalam segala perkara.

Kolose 1:23
Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.