30 Juni 2024

BEBAS MEMUJI TUHAN

Minggu, 30 Juni 2024
Renungan Pagi 

Mazmur 142:8
Keluarkanlah aku dari dalam penjara untuk memuji nama-Mu. Orang-orang benar akan mengelilingi aku, apabila Engkau berbuat baik kepadaku. 

BEBAS MEMUJI TUHAN

Penjara adalah tempat dan situasi yang sulit untuk keluar dan menemui orang-orang serta melakukan kegiatan hidupnya dengan bebas.

Penjara kehidupan bisa adalah penjara yang disebabkan oleh diri sendiri, yaitu kehidupan yang jauh dari kehendak Tuhan tetapi juga akibat dari bahwa kita ini tinggal di dunia yang berdosa.
Dosa memang selalu berakibat penderitaan.

Pasrah dengan penderitaan kehidupan hanya akan membuat orang jauh dari Tuhan dengan berusaha sekuat mungkin untuk menghadapi penderitaan itu yang pada akhirnya jika berhasil hanya berbuahkan kesombongan yang semakin memperbesar penderitaan di dunia.

Memuji Tuhan adalah jalan keluar terbaik dari penjara dunia ini yang semakin memberi kekuatan dan kuasa untuk nenang atas penderitaan akibat dosa itu dan semakin membawa kepada kebenaran yang membebaskan.

Orang-orang benar itu menyembah dan memuji Tuhan. Keluarlah dari penjara kehidupan yang jahat ini dan masuklah ke kumpulan orang-orang benar yang memuji Tuhan setiap waktu. Manusia dibebaskan dari penjara kehidupan untuk bisa memuji Tuhan,  itulah kunci kebebasan hidup: memuji Tuhan.

Roma 15:11
Dan lagi: "Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia."

29 Juni 2024

MENYERAHKAN JIWA

Sabtu, 29 Juni 2024
Renungan Pagi 

1 Petrus 4:19 
Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.

MENYERAHKAN JIWA

Perkara yang disampaikan kepada mereka yang harus menderita untuk dilakukan dalam kehidupan mereka. Orang yang harus menderita mengacu pada orang yang melakukan tugasnya bagi Tuhan dan harus menderita karena itu.

Semua orang mengalami penderitaan di dunia ini tetapi mereka yang menderita karena imannya berbeda dengan mereka yang menderita karena kejahatannya. Bisa dipikirkan sendiri tidakkah seseorang (baca: saya) sudah menjadi penyebab penderitaan orang yang harus menderita itu.

Penyerahan jiwa yang benar itu hanya dialamatkan kepada pribadi yang setia, yaitu kepada Sang Pencipta. Orang yang menyerahkan jiwanya kepada hal yang lain tidak mengalami kebebasan, walau ia merasa senang.

Menyerahkan jiwa itu maksudnya supaya penderitaan yang harus ditanggungnya bisa ditanggung dengan tabah dan tidak tergoda untuk membalas penderitaan yang dialaminya dengan membuat orang lain juga menderita.

Penyerahan jiwa kepada Pencipta itu adalah perbuatan baik yang lahir dari hati yang tulus sebagai respons atas kasih Allah yang telah dinyatakanNya kepada semua orang. Berbuat baiklah walau semua orang lupa melakukan hal itu kepadamu.

1 Petrus 2:15
Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.