29 Oktober 2025

TUHAN SAYANG NYAWANYA

Rabu, 29 Oktober 2025
Renungan Pagi 

Ayub 2:6
Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya." 

TUHAN SAYANG NYAWANYA

Tuhan itu abadi dan tidak akan pernah ada habis masa karena kehilangan nyawa. Tetapi manusialah yang terbatas nyawanya sebab ia adalah makhluk ciptaan yang tidak kekal.

Nyawa yang disayang Tuhan adalah nyawa milik Ayub, seorang yang disebutkan sebagai pribadi yang saleh dan jujur, seorang yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

Saya nyawa dalam pengertian sehari-hari adalah menghindari segala hal yang bisa berisiko membahayakan nyawanya tetapi secara negatif itu bisa berarti bahwa demi keselamatan jiwa - maksudnya nyawa, maka orang bisa meninggalkan imannya.

Ayub diserahkan ke dalam tangan Iblis itu berarti bahwa Iblis dapat melakukan apa saja untuk mencobainya agar ia meninggalkan imannya kepada Tuhan.

Sayangkan nyawanya Ayub, perkataan Tuhan kepada Iblis hendaknya dipahami bahwa Allah tidak membiarkan nyawa orang beriman terhilang oleh pencobaan; Allah menjaga nyawa orang-orang yang menyayangiNya dalam segala situasi.

Roma 11:21-22
Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu. 
Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga.

TERBUKA DI DEPAN MATA TUHAN

Selasa, 28 Oktober 2025
Renungan Pagi

Ibrani 4:13
Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

TERBUKA DI DEPAN MATA TUHAN

Manusia selalu berusaha untuk menyembunyikan dirinya jika itu adalah sesuatu yang sifatnya buruk. Sebaliknya manusia berusaha untuk mengumumkan kepada dunia segala 'kebaikan' yang dilakukannya.

Sering manusia mengakui apa yang dilakukan oleh orang lain sebagai yang dilakukannya jika hal itu adalah sesuatu yang sifatnya prestasi tetapi sebaliknya akan menuding orang lain sebagai dalang jika sesuatu yang dilakukannya itu ternyata menjadi buruk.

Segala makhluk nampak (tidak tersembunyi) di hadapan Tuhan mengacu pada segala yang dilakukan oleh manusia di dunia ini pun terkait dengan apa yang dilakukannya kepada seluruh ciptaan Allah di dunia ini. Manusia dilihat Allah ketika melakukan sesuatu, berinteraksi dengan sesamanya, dan ketika tidak melakukan apa pun.

Segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Tuhan, artinya Tuhan tidak hanya melihat yang nampak tetapi dorongan dan tujuan melakukan segala sesuatu itu diketahui oleh Tuhan.

Memberikan pertanggungan jawab artinya bahwa semua yang telah terjadi, yang telah dilakukan, dasar dan maksudnya akan dinyatakan oleh Allah secara terbuka dan menjadi patokan dalam hubungan setiap orang dengan Tuhannya.

Roma 14:12
Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.