30 November 2025

TUHAN TURUN TAKHTA

Minggu, 30 November 2025
Renungan Pagi 

Mazmur 11:4
TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia. 

TUHAN TURUN TAKHTA

Turun takhta tidak dimaksudkan karena Allah tidak sanggup lagi menjalankan peran-Nya sehingga ia turun takhta; Allah tidak akan pernah turun dari takhta karena alasan apa pun selain untuk menjumpai umat-Nya.

Tuhan turun takhta dan masuk (ada di dalam bait-Nya yang kudus) untuk bertemu dengan umat-Nya di sana.Ini Demi bertemu dengan umat-Nya, Allah rela turun takhta. Ibadah itu adalah tempat situasi kerendahan dalam kesediaan Allah untuk turun takhta.

Demikian pun umat yang mau bertemu dengan Tuhan harus belajar untuk turun takhta; meninggalkan segala keangkuhan, perasaan lebih tinggi dan lebih hebat dari orang lain, dan sebagainya.

Baik di surga maupun dalam bait-Nya, Allah memperhatikan manusia; melihat dengan sungggyh-suungguh keberadaan hidupnya dan memberkatinya.

Setiap orang mendapat kasih dari Allah seperti dalam kenyataan bahwa cahaya matahari menyinari setiap insan di bumi ini; laksana hujan yang turun kepada semua orang, itu adalah penegasan tentang Alah yang mengasihi setiap orang.

Bagi mereka yang diperhatikan oleh Tuhan, maka sama seperti yang diketahui bahwa orang melakukan hal yang terbaik kepada orang yang diperhatikannya, maka sinar mentari yang menyinari seluruh bumi itu menjadi berkat tersendiri bagi mereka yang diperhatikan oleh Tuhan yang turun takhta.

1 Timotius 4:8
Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
1 Dilihat

29 November 2025

HANYA TUHAN YANG MAHA TINGGI

Sabtu, 29 November 2025
Renungan Pagi 

Yesaya 2:17
Manusia yang sombong akan ditundukkan dan orang yang angkuh akan direndahkan; hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. 

HANYA TUHAN YANG MAHA TINGGI

Ayat ini adalah pengulangan dari ayat 11 sebagai bagian dari penekanan bahwa bangsa Israel yang merasa dapat mengurus dirinya sendiri (sombong) akan dihancurkan.

Ayat ini pengulangan tetapi alamatnya adalah bangsa-bangsa sekitar Israel yang juga akan dihancurkan karena kesombongannya.

Tidak jelas siapa yang akan menundukkan orang sombong dan merendahkan orang angkuh tetapi pasti bahwa hal itu akan terjadi. Dunia yang selalu meninggikan diri akan selalu dalam hukum saling menarik untuk menjatuhkan dan berusaha giat untuk merendahkan satu dengan yang lain.

Kesombongan dan keangkuhan itu bukanlah nilai baik dalam kehidupan tetapi nilai buruk. Karena itu ia akan selalu terjatuh ke tempat yang rendah.

Hanya Tuhan yang maha tinggi pada saat itu adalah pengingat bahwa selama manusia masih hidup jauh dari Tuhan, maka selama itulah dia akan terus meninggikan diri dan semakin tunduk dan direndahkan dalam kehidupan. Jika orang hanya meninggikan Allah -- menempatkan Allah sebagai yang maha tinggi, maka saat itulah manusia menjadi makhluk yang sungguh mulia,

Roma 16:27
bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.
1 Dilihat

28 November 2025

BAIK HATI DAN SETIA

Jumat, 28 November 2025
Renungan Pagi 

Amsal 20:6
Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya? 

BAIK HATI DAN SETIA

Manusia mau disebut baik; bahkan orang yang melakukan kejahatan pun sering berdalih 'demi kebaikan'. Semua  ingin disebut sebagai orang yang baik hati. Sumbernya adalah dari hati; jika kebaikan itu situasional, maka itu adalah kepura-puraan bahkan kemunafikan. Orang baik itu karena hatinya yang memang baik.

Orang baik itu bukan untuk pengakuan tetapi untuk diberi dirasakan oleh hidup sekitar. Orang yang mengaku baik hati sering  menjadi tidak baik karena ia tidak diakui. Orang yang memakai baju bertuliskan saya orang baik hati memaki orang' tidak sengaja menyenggolnya adalah contoh orang yang memasang label orang baik pada dirinya sendiri.

Mengakui kebaikan orang lain itu perlu tetapi jika pengakuan itu diberi kepada dirimu oleh sesama, janganlah menjadi tersanjung karenanya sebab itu pada akhirnya akan membuatmu tersandung; jatuh ke lubang gila pujian bahkan gila hormat.

Orang baik itu pasti setia, bukan hanya mengobral janji setia kepada dunia lalu dilupakannya tetapi melakukan kesetiaan itu tanpa mencari pujian untuk disebut sebagai orang baik hati.

Kesetiaan itu barang langka di dunia ini tetapi dicari oleh semua orang. Dia menjadi sulit ditemukan sebab orang mencarinya dari orang lain yang sibuk mengaku sebagai orang yang baik hati; carilah kesetiaan pada diri sendiri.

Roma 15:14
Saudara-saudaraku, aku sendiri memang yakin tentang kamu, bahwa kamu juga telah penuh dengan kebaikan dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati.
1 Dilihat

27 November 2025

LABA YANG TIDAK HALAL

Kamis, 27 November 2025
Renungan Pagi

Habakuk 2:9 
Celakalah orang yang mengambil laba yang tidak halal untuk keperluan rumahnya, untuk menempatkan sarangnya di tempat yang tinggi, dengan maksud melepaskan dirinya dari genggaman malapetaka!

LABA YANG TIDAK HALAL

Harta benda dicari manusia selama hidupnya agar ia tidak ditimpa malapetaka kehidupan yang disebut 'miskin' itu. Ada candaan sinis yang berbunyi: 'orang miskin dilarang sakit', 'orang miskin tidak usah sekolah'; secara kasar orang kaya bisa mengatakan: 'orang miskin tidak usah hidup'; bahkan ketika orang tidak mempunyai pulsa untuk menelpon pada hp-nya, sering diungkapkan bahwa hp saya mengingatkan bahwa 'orang miskin' dilarang menelpon.

Keperluan rumah mengingatkan bahwa kehidupan itu bermula dari kemampuan untuk memenuhi kebutuhan rumah. Orang yang memiliki harta yang banyak tetapi kehidupan di rumahnya serba kekurangan, maka orang itu lebih celaka dari orang yang memang belum mampu mencari lebih dari sekedar kebutuhan mendasar dan pokok di rumah tangganya.

Laba adalah kerja dan usaha untuk mendapatkan keuntungan dari perputaran proses kehidupan dengan meningkatkan jumlah nilai sehingga dalam perputaran itu, ada yang dapat diambil tanpa menggangu proses perputaran itu. Perputaran itu menyangkut seluruh hidup manusia. Kerja menerima upah, membeli kebutuhan hidup yang didapat dari perputaran harga di dunia perdagangan. Proses ini berjalan berdampingan dengan orang bekerja menghasilkan sesuatu yang dijual mengikuti perputaran harga dunia perdagangan. Masih seiring dengan itu, orang bekerja untuk menghasilkan sesuatu yang akan digunakan untuk menjaga agar tetap ada daya yang cukup melakukan kerja di dunia ini.

Laba yang tidak halal adalah keuntungan yang diperoleh dengan merugikan orang lain atau memperkaya diri dengan mengorbankan orang lain; mengambil lebih dari yang seharusnya (korupsi), atau mengambil yang bukan haknya (mencuri, merampok), memanipulasi hak orang lain (penipuan), dan berbagai tindakan lainnya sehingga mengganggu keberadaan hidup orang lain. Laba yang tidak halal sering ditutupi orang dengan mengatakan bahwa itu adalah usaha.

Kehidupan yang rusak karena laba yang tidak halal pada akhirnya akan merusakkan hidup semua yang ada dalam kehidupan ini sehingga semuanya akan merasakan kecaman kecelakaan. Khusus bagi orang yang merusak kehidupan dengan laba yang tidak halal, ia akan celaka bukan oleh malapetaka kemiskinan, melainkan karena dikutuk oleh kehidupan yang dirusakkannya; ini terjadi sebagi proses ilahi.

Ibrani 13:5
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
1 Dilihat

26 November 2025

MEMPERSIAPKAN PERKARA

Rabu, 26 November 2025
Renungan Pagi

Ayub 13:18
Ketahuilah, aku menyiapkan perkaraku, aku yakin, bahwa aku benar.

MEMPERSIAPKAN PERKARA

Setiap orang yang berperkara, perdata atau pidana, pasti selalu merasa berada pada kebenaran sehingga ia berani berperkara. Tidak akan ada orang yang berani berperkara sebab itu hanya akan semakin menghilangkan harga diri dan bisa menimbulkan kerugian material.

Kehidupan adalah perkara beperkara yang harus berperkara. Beperkara artinya melakukan aksi untuk mengisi kehidupan dari berbagai sisi sedangkan berperkara adalah mempertanggungjawabkan kehidupan sebagai yang benar jika ada pihak yang menggugat kehidupan ini.

Banyak orang yang beperkara tetapi tidak siap berperkara sebab ia tahu bahwa ia salah beperkara dalam hidupnya. Dibutuhkan titik balik bagi kehidupan yang seperti ini sehingga hidup selalu menjadi perkara yang dipertanggungjawabkan sebagai yang diyakini benar.

Mempersiapkan perkara adalah orang yang selalu menjalani kehidupannya selalu dalam keyakinan bahwa ia melakukan yang benar sehingga kapan pun ada yang menyanggah tentang kehidupannya akan tebukti bahwa ia benar.

Manusia kodratnya terbatas dan rentan, tidak sempurna. Tetapi kalau ada kesalahan, maka itu hanya akan bersifat teknis, dan bukan sebagai kesalahan moral atau kesalahan etis yang harus dipertanggungjawabkan sebagai dosa. Manusia yang mempersiapkan perkara hidupnya tidak akan pernah terjatuh sebab ia mengandalkan Tuhan sebagai pedoman dan bukan keyakinan dirinya yang menjadi patokan.

MAzmur 119:105 
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
1 Dilihat

TIDAK MAU PERGI

Selasa, 25 November 2025
Renungan Pagi 

Yohanes 6:67
Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?"

TIDAK MAU PERGI

Pergi, tindakan meninggalkan suatu tempat atau seseorang dengan tujuan utama adalah untuk pergi itu saja.

Pertanyaan Tuhan Yesus bernada desakan untuk pergi. Juga, mengacu pada tindakan orang banyak yang pergi; bukan untuk kembali atau karena tugas atau karena sesuatu yang mendesak tetapi untuk meninggalkan Yesus dengan ajaranNya.

Pertanyaan Yesus kepada murid-muridNya adalah pemantapan agar keputusannya untuk mengikut Yesus bukan menurut yang dilakukan orang melainkan sebagai keputusan pribadi yang teguh.

Pergi artinya kehilangan arah sebab pedoman hidup hanyalah dari Tuhan dan tanpa Tuhan tidak ada tujuan hidup yang jelas.

Jika pergi, maka janganlah pergi dari Tuhan tetapi pergi demi Tuhan; pergi untuk melakukan perintahNya.

Mazmur 119:50
Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku.
1 Dilihat

24 November 2025

KAPAL DI TENGAH BADAI

KAPAL DI TENGAH BADAI

Sebuah perusahaan melakukan kegiatan di sebuah pulau dan pergi ke sana dengan menggunakan kapal sebagai alat transportasi.

Pegawai yang mengikuti kegiatan itu sebanyak sekitar dua puluh orang dan di antaranya ada lima orang pecaya.

Setelah selesai acara, mereka kembali dari kegiatan di pulau itu. Dalam perjalanan pulang, laut menjadi sangat berombak besar sehingga kapal terangkat dan tercampak dengan sangat.

Dua orang teman dari orang-orang percaya yang ada di atas kapal itu tidak merasa takut dengan keadaan yang terjadi bahkan salah seorang di antara mereka seperti sangat menikmati keadaan itu laksana anak yang menikmati suasana bermain ayunan. Setiap kali ombak mengangkat dan menghentakkan perahu itu, akan sangat bergirang berkata: "Waw..... enaknya!" Teman yang satunya memang tidak takut tetapi ia tidak sampai menikmati keadaan itu sebagai sesuatu yang menyenangkan.

Bagaimana dengan ketiga orang percaya lainnya? Mereka tidak diceritakan oleh orang yang menceritakan kejadian ini, sebab mereka adalah teman kerja tetapi tidak ada hubungan emosional karena keakraban di antara mereka.

Situasi ini kemudian menggangu pikiran seorang ibu yang tidak sekeyakinan dengan mereka, yang kemudian menegurnya: "Nak, mengapa engkau senang? Sadarlah bahwa kita sedang terancam bahaya. Seharusnya berdoalah supaya semuanya dapat terkendali dan tidak ada  korban."

Teman yang tadinya bersukacita menikmati kapal yang diayunkan oleh ombak menjawab: "Bagi kami, berdoa itu sebelum naik kapal, dan bukan nanti setelah kapal terancam bahaya."

Syukur kapal boleh sampai ke dermaga dengan selamat dan penghuni kapal sudah belajar bahwa sukacita itu dijaminkan dalam jiwa yang telah berdoa dan selalu mengandalkan Tuhan di dalam kehidupannya.

1 Tesalonika 5:17
Tetaplah berdoa. 
1 Dilihat

APA KERJAMU DI SINI?

Senin, 24 November 2025
Renungan Pagi

1 Raja-Raja 19:9
Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?"

APA KERJAMU DI SINI?

Elia yang dengan kekuatan dari roti dan kendi yang berisi air yang diberikan oleh malaikat kepadanya sehingga mampu berjalan dari padang gurun selama empat puluh hari dan sampai ke gunung Allah, yaitu gunung Horeb (sama dengan Sinai, tempat orang Israel menerima Sepuluh Hukum sewaktu keluar dari perbudakan di Mesir, sekitar empat ratus tahun sebelumnya).

Bermalam dalam sebuah gua adalah salah satu risiko kerja nabi yang harus ditanggungnya sebagai bentuk kesetiaannya kepada Allah yang dilayaninya; tidak ada tempat untuk meletakkan kepala, istilah lain yang harus dipahami oleh mereka yang menyerahkan diri untuk pekerjaan bagi Tuhan.

Apakah kerjamu di sini adalah sebuah pertanyaan yang disampaikan oleh Tuhan sendiri kepada nabi yang Tuhan sendiri sudah mengetahui persoalan dan tantangan tugas yang dihadapinya; yaitu takut pada ancaman Izebel pada satu sisi dan merasa frustrasi dengan bangsanya yang memberontak di hadapan Tuhan.

Elia tentu saja berjalam dalam tuntunan Roh ke gunung Allah tetapi ia harus tetap ditanyai tentang kerja yang dilakukannya di sana. Mungkin lebih mudah dipahami seandainya ditanyakan tentang maksud kedatangannya ke gunung Allah. Tetapi Allah memang tetap 'mencari kerja' yang dilakukan oleh umatNya. Satu maksud lain yang juga terkandung dalam pertanyaan Allah kepada Elia adalah apa kerjamu sekarang, saat ini di sini? Pertanyaan ini harus dijawab dengan merenungkan seluruh hidup masa lalu, sekarang, dan tujuan yang akan hendak dicapai.

Apa kerjamu di sini, sekarang ini? Pertanyaan yang seharusnya direnungkan sebagai perenungan untuk memiliki hidup yang didorong oleh Allah, bagi Allah, dan bertujuan bagi kemuliaan Allah; kapan pun dan di mana pun, harus selalu itu yang menjadi ciri hidup umat Allah.

Pengkhotbah 3:15
Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu.
1 Dilihat

23 November 2025

ALLAH MENGECILKAN DIRI

Minggu, 23 November 2025
Renungan Pagi 

2 Tawarikh 6:18
Tetapi benarkah Allah hendak diam bersama dengan manusia di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidaklah dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini.

ALLAH MENGECILKAN DIRI

Langit yang mengatasi segala langit adalah ungkapan yang menggambarkan kemahabesaran Allah di atas segala-galanya; tidak terjangkau oleh pemandangan mata dan nalar berpikir manusia.

Langit itu dapat diartikan sebagai titik akhir daya pandang manusia ke atas; karna itu bagian atas rumah yang membatasi pandangan disebut langit-langit (bukan langit yang sesungguhnya). Allah bukan untuk dipandang dari jauh, manusia tidak cukup mampu untuk memandang Allah tetapi cukup merasakan kehadiranNya.

Allah itu adalah Allah yang sebenarnya terlalu besar dan mulia untuk tinggal bersama manusia di bumi tetapi Ia telah dari awal memilih untuk menemani manusia di Taman Eden. Allah mengasihi manusia sehingga Ia mengecilkan diri untuk menemani manusia.

Salomo yang mendirikan rumah untuk Tuhan, yang biasa dikenal sebagai Bait Suci, menyadari bahwa Tuhan itu sesungguhnya begitu mulia untuk tinggal di situ, tetapi ia berkenan untuk menjumpai manusia di sana. Allah yang mahabesar itu dapat mengecilkan diri untuk bertemu dengan manusia; bahkan jika hanya kemuliaanNya yang ada di situ, itu sudah cukup bagi manusia.

Bahkan Allah semakin mengecil lagi dan bersedia masuk ke dalam hati manusia; karena itu sering dikatakan bahwa hati adalah tempat yang terbesar di dunia. Sudahkah orang yang datang ke rumah Tuhan membuka hatinya untuk menerima Tuhan berdiam di dalamnya?

Efesus 3:16-17
Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.
1 Dilihat

22 November 2025

SEBELUM AKU TERTINDAS

Sabtu, 22 November 2023
Renungan Pagi

Mazmur 119:67
Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu.

SEBELUM AKU TERTINDAS

Tertindas adalah mengalami keadaan sulit terutama secara kejiwaan karena tekanan dari pihak lain. Pada sisi yang lain, tekanan hidup adalah karena sulitnya orang mencapai hal-hal baik dalam hidupnya walau ia sudah mengusahakannya dengan sangat baik.

Dalam ayat ini, keadaan tertindas yang dialami pemazmur adalah tertindas karena ia menyimpang, tidak melalui jalan yang seharusnya. Manusia gampang tergoda untuk berjalan pada jalan yang menurutnya baik dan benar menurut anggapannya sendiri.

Menyimpang yang dimaksud adalah keluar dari jalur 'jalan Tuhan'; tetapi tidak semua yang berjalan pada jalur ini pasti aman dan nyaman sebab 'jalan Tuhan' juga mempunyai kesusahan-kesuhannya sendiri tetapi tetap jiwa orang yang menjalani jalan itu dengan setia akan memperoleh kelegaan. Sebaliknya orang yang menyimpang itu bisa saja tetap terlihat berhasil dan sentosa tetapi sebenarnya ia sedang mengalami kesusahan jiwa, paling tidak bahwa jauh di dalam hatinya ia sedang ditindas oleh dirinya sendiri yang merindukan jalan kembali.

Penyebab penyimpangan adalah karena orang tidak percaya pada janji Tuhan. Tidak percaya pada janji Tuhan disebabkan karena orang berpikir bahwa ia bisa mengurus dirinya sendiri dan memperoleh segalanya dari pekerjaan yang dilakukannya.

Tidak harus menunggu untuk menjadi tertindas karena menyimpang baru belajar berpegang pada janji Tuhan. Biarlah hidup ini selalu pada jalan Tuhan sehingga kehidupan selalu mengalami terpenuhinya janji Tuhan dalam hidup ini.

Filipi 4:19 
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
1 Dilihat

20 November 2025

TITIK BALIK ORANG NINIWE

Jumat, 21 November 2025
Renungan Pagi 

Yunus 3:10
Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya. 

TITIK BALIK ORANG NINIWE

Titik balik adalah momen di mana orang menyadari keadaannya dan mengupayakan keadaan lain yang berlawan dengan keadaannya yang sekarang.

Titik balik itu mempunyai batas waktu; bagi kota Niniwe yang dilayani oleh nabi Yunus batas waktunya adalah empat puluh hari, yaitu masa ketika Niniwe ditunggangbalikkan, seandainya tidak ada titik balik seperti yang dinilai baik oleh Tuhan.

Titik balik itu adalah keputusan yang menyeluruh dan seluruh orang Niniwe untuk meninggalkan perbuatan jahat yang mereka lakukan sebelumnya. Jangan terlalu lama untuk titik balik pertobatan.

Dengan demikian, menjadi pengetahuan kita bahwa perbuatan jahat itu akan ditunggangbalikkan oleh Tuhan dan pertobatan itu akan menghentikan rancangan kecelakaan yang dari Tuhan itu.

Titik akhir adalah berada tetap pada jalan Tuhan sampai pada akhirnya terdengar suara yang lembut merdu berkata: "marilah hai hamba-Ku yang baik dan setia."

Matius 24:13
Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
1 Dilihat

DEMI DAUD, AYAHMU.

1 Raja-Raja 11:11-13

DEMI DAUD, AYAHMU.

Kisah ini adalah titik awal terpecahnya kerajaan Israel menjadi dua kerajaan yang disebabkan karena Salomo tidak setia kepada TUHAN sepanjang hidupnya.

Ada pembalikan kisah walau tidak sepenuhnya sama, yaitu kisah ketika kerajaan Israel dialihkan dari Saul, raja pertama Israel yang tidak setia kepada TUHAN kepada Daud yang dikenan TUHAN, dengan kisah ketika kerajaan Israel dipecahkan dari Salomo anak Daud yang tidak setia kepada Tuhan.

Perbedaannya hanyalah karena ada kesetiaan Daud kepada TUHAN di antara kedua kisah itu. Seandainya tidak kisah kesetiaan Daud, maka tentulah bahwa kerajaan Israel itu akan dialihkan juga sepenuhnya kepada orang lain dari tangan Salomo.

Raja Daud dan anaknya mencapai kegemilangan yang berbeda dalam situasi yang berbeda. Daud selalu berperang dan gemilang dalam setiap peperangannya dan karenanya ia banyak dikenal dengan sebutan panglima yang gagah perkasa sedangkan Salomo terkenal karena hikmat yang dimilikinya dan besarnya kekayaan dari seluruh dunia yang melimpah mengalir kepadanya karena hikmat yang| dimilikinya itu.

Secara dunia, Salomo tentunya lebih gemilang dari Daud, ayahnya; tetapi Daud ternyata mendapat hitungan dalam pandangan Tuhan. Penundaan terpecahnya kerajaan Israel terjadi setelah Salomo itu karena perhitungan tentang Daud, bukan karena Salomo.

Demikian juga bahwa tetap ada bagian kerajaan bagi keturunan Daud adalah untuk memenuhi janji bagi Daud dan Salomo membuatnya hanya menjadi bagian terkecil.

Daud bukannya tanpa kesalahan di hadapan Tuhan dan sesama tetapi karena hatinya terpaut kepada Tuhan, maka ia menjadi pribadi yang membuat keluarganya, kaumnya, lingkungannya, bahkan kita percaya bahwa seluruh dunia diselamatkan olehnya dalam lahirnya 'Anak Daud', yaitu Tuhan Yesus.

Setiap kepada Tuhan adalah hidup yang menjadi berkat bagi semua orang.

Amin.
1 Dilihat

MENJAGA LINGKUNGAN HIDUP

Kamis, 20 November 2025
Renungan Pagi 

Mikha 7:5
Janganlah percaya kepada teman, janganlah mengandalkan diri kepada kawan! Jagalah pintu mulutmu terhadap perempuan yang berbaring di pangkuanmu! 

MENJAGA LINGKUNGAN HIDUP 

Lingkungan yang dimaksudkan bukan tentang alamnya tetapi kehidupan orang-orang di sekitar kita.

Teman adalah orang yang paling dekat dan seharusnya dapat dipercaya. Teman itu menjadi seharusnya menjadi saudara dalam kesukaran dan menjadi dekorasi pada kesenangan tetapi kemudian akan menjadi orang yang tidak dapat dipercayai.

Mengandalkan diri kepada kawan adalah ungkapan untuk menggambarkan orang yang bersedia melakukan apa pun untuk temannya. Ini perkara baik tetapi dilarang, mengapa demikian?

Perempuan yang berbaring di pangkuan adalah isteri yang dikasihi; berbaring di pangkuan adalah sikap manja yang menyatakan betapa ia merasa dikasihi. Tetapi ia ternyata tidak akan menjaga rahasia.

Percaya kepada teman, mengandalkan diri kepada kawan, dan berbicara kepada isteri yang dikasihi adalah tindakan yang tidak bisa dilakukan kepada orang-orang dalam lingkungan yang bobrok sebab semuanya itu hanyalah akan membuat mereka mengambil untung dari teman bahkan pasangan hidup yang mengasihi mereka.

2 Korintus 6:14
Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
1 Dilihat

19 November 2025

TIDAK TERBIT FAJAR

Rabu, 19 November 2025
Renungan Pagi

Yesaya 8:20 
"Carilah pengajaran dan kesaksian!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.

TIDAK TERBIT FAJAR

Fajar adalah terbitnya matahari di ufuk timur yang menandai dimulainya hari dengan segalah peluang dan tantangannya untuk menjalani kehidupan karunia Tuhan.

Setiap hari dimulai dengan fajar dan setia malam ada pengharapan tentang fajar hari besok. Sepasti bahwa fajar akan tetap ada memulai hari, sepasti itulah kasih Allah akan tetap ada bagi mereka yang taat kepada Allah.

Pengajaran dan kesaksian mengacu pada perbuatan Allah yang baik dan bagaimana mereka yang mengandalkan Tuhan terluput dari kesusahan-kesusahan dunia yang memberatkan hidup ini. Kesusahan adalah penguat kehidupan bagi mereka yang mendekatkan diri kepada Allah.

Perkataan itu adalah kepastian hidup yang akan mengalami damai sejahtera dalam segala keadaan bagi mereka yang mengandalkan Tuhan. Perkataan itu mengingatkan tentang adanya harapan hidup yang terus diberkati; bahwa umat Tuhan tidak akan ditinggalkan oleh Sang Pencipta.

Perkataan tentang pemeliharaan Allah bagi yang mengandalkan Tuhan dan dengan demikian taat kepadaNya harus tetap diperkatakan ata jika tidak, maka tidak terbit fajar baginya dalam kehidupan ini.

Yeremia 17:7
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
1 Dilihat

17 November 2025

LEBIH DARI YANG TIDAK DAPAT DIPERCAYA

Selasa, 18 November 2025
Renungan Pagi

1 Raja-Raja 10:7
tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnya pun belum diberitahukan kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar.

LEBIH DARI YANG TIDAK DAPAT DIPERCAYA

Ada orang yang dapat mengubah batu menjadi roti di desa sebelah. Siapa pun tidak akan percaya hal ini. Jika cerita itu terus beredar, maka pasti banyak orang yang akan berusaha datang untuk menyaksikannya secara langsung.

Iman harus didasarkan pada percaya dan bukan pada melihat, teguran bagi Tomas untuk mengingatkan mereka yang bahkan untuk hal-hal yang masuk akal pun harus melihat bukti lalu percaya.

Hal yang didengarkan oleh ratu dari negeri Syeba adalah tentang hikmat Salomo yang dimilikinya karena imannya kepada Tuhan. Kabar tentang Salomo seperti gambaran orang yang dapat memetik bintang sehingga manusia sulit mempercayainya.

Kesaksian ratu negeri Syeba bahwa kabar yang seperti tidak mungkin itu bahkan belum setengah dari kenyataan mengenai pribadi Salomo dengan hikmat dan kemakmuran yang dimilikinya sebagai buah dari imannya kepada TUHAN, Allah semesta alam. Artinya bahwa jika seluruh kabar tentang Salomo diberitakan, maka itu bisa dianggap sebagai kebohongan tetapi itu adalah kenyataan. Nilai yang sulit didapatkan oleh insan di dunia ini bahwa ia tersiar sebagai orang sangat berhikmat sampai seakan tidak bisa dipercaya; tetapi itu bukan sesuatu yang mustahil.

Banyak orang yang mengirimkan kabar tentang dirinya sebagai yang berhikmat tetapi ternyata orang yang mendapatkannya menjadi kecewa karena yang ia sebut berhikmat hanyalah hidup yang merasa bahwa ia sudah ada di langit sementara sesungguhnya ia hanya insan yang membesarkan dirinya sendiri yang sesungguhnya kecil.

Amsal 3:17
Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.
1 Dilihat

PAHALA YANG TETAP

Senin, 17 November 2025
Renungan Pagi

Amsal 11:18
Orang fasik membuat laba yang sia-sia, tetapi siapa menabur kebenaran, mendapat pahala yang tetap.

PAHALA YANG TETAP

Pahala adalah hadiah yang diberikan kepada seseorang karena keberhasilan yang diraihnya. Tentu saja, bahwa keberhasilan itu adalah sesuatu yang baik dan bersifat kepahlawanan. Tidak ada pahala bagi yang berhasil dalam hal yang buruk; bagi mereka tersedia hukuman.

Manusia hidup di dunia mencari dan mengumpulkan sebanyak mungkin hal di dunia ini yang pada akhirnya sebanyak apa pun yang diraih tidak akan pernah terasa cukup dan karena itu sering terdengar nasihat yang berbunyi: 'Jangan melakukan sesuatu yang tidak membawa keuntungan'.

Hal yang salah adalah ketika manusia melihat keuntungan hanya dari sisi material dan melupakan sisi nilai-nilai kemanusiaan dalam segala yang dilakukannya; ketika laba menjadi tujuan utama, dan itu hanya dipahami sebagai materialistis egoistis.

Laba, hal-hal materi dalam kehidupan ini bersifat sementara - fana; tidak bisa menjamin seluruh kehidupan manusia. Uang yang banyak tidak akan bisa membeli umur yang panjang apalagi kekekalan. Rumah yang besar tidak melindungi sepenuhnya dari marabaya. Ketika mengejar laba materialistis - yang diasebut sia-sia itu, maka ketika kesulitan menerpa hidup ini, maka ia tidak akan berguna,

Pahala yang tetap adalah segala perkara yang diperoleh dari menabur kebenaran. Menabur artinya memulai dari awal. Semuanya memang benar dan baik dari awal, itulah yang diberi pahala yang tetap. Pahalanya adalah dari kehidupan di dunia ini dan dalam bentuk kehidupan kekal yang akan datang kelak.

Yohanes 6:27
"... Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."
1 Dilihat

16 November 2025

KUDUS OLEH KEBENARAN

Minggu, 16 November 2025
Renungan Pagi

Yohanes 17:17
Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

KUDUS OLEH KEBENARAN

Doa Tuhan Yesus untuk kehidupan murid-muidNya yang akan ditinggalkanNya di dunia ini setelah nantinya Dia kembali kepada Bapa di dalam sorga.

Kekudusan itu penting sebab hanya dengan kekudusan orang dapat menghadap Tuhan dan mendapatkan anugerah dari padaNya. Menjadi kudus itu sendiri hanyalah anugerah dari padaNya yang bermula dari kesediaan untuk menerima Dia masuk ke dalah hidup ini dengan membuang segala kesombongan, keangkuhan, dan kekerasan hati ini.

Jika hidup ini telah terbuka dan menerima Tuhan, maka tidak berarti bahwa prosesnya secara otomatis telah menjadi suci dan bersih di dalam kasih anugerah Allah, melainkan bahwa itu baru permulaan dari proses pengudusan yang akan terus dilakukan oleh Allah bagi umatNya.

Orang menjadi kudus hanya ketika kebenaran telah mengarahkan hidupnya untuk menjalani hubungan yang benar dengan Tuhan dan sesama. Jika hidunya masih tetap dikuasai oleh diri dan segala yang terjadi di sekitarnya, maka ia tetap dicemari oleh dunia.

Firman Tuhan adalah kebenaran menandakan bahwa bagi manusia ada standar kebenaran yang lain di luar Firman Tuhan tetapi hanya firman Tuhan yang dapat menguduskan manusia kepunyaan Allah.

Mazmur 119:160
Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya.
1 Dilihat

15 November 2025

BAGIAN DALAM PENDERITAAN KRISTUS

Sabtu, 15 November 2025
Renungan Pagi

1 Petrus 4:13
Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

BAGIAN DALAM PENDERITAAN KRISTUS

Pertama, orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus itu memperoleh bagian karena Kristus bersedia menderita baginya. Kristus menggantikan manusia mengalami penderitaan supaya umat yang dikasihiNya tidak lagi mengalami penderitaan yang membebani kehidupannya.

Allah di dalam Yesus Kistus bersedia menderita supaya penderitaan karena dosanya tidak lagi harus ditanggungnya di hadapan manusia dan di hadapan Tuhan yang telah menyatakan kasihNya yang besar itu.

Bersukacita adalah memperoleh kebahagian yang besar dalam hati karena merasa tertolong, merasa dihargai, dan yang paling besar di antaranya. Bersukacita bukan hanya sekedar rasa senang yang sesaat, melainkan bahwa ada kebahagiaan tersendiri di dalam hidup ini walau yang sedang terjadi adalah hal yang buruk dalam kacamata dunia.

Mendapat bagian dalam penderitaan Kristus adalah kesediaan untuk tetap melayani Tuhan Yesus walau kehidupan harus mengalkami kesulitan bahkan dibenci dan dihindari sesama. Orang yang bekerja bagi Tuhan harus selalu bersedia mendapat bagian dalam penderitaan Kristus sebab panggilan Kristus bukanlah hanya menerima layanan Kritus atas hidupnya tetapi juga panggilan untuk setia melakukan kehendak Kristus walau situasi tidak sesuai dengan yang dibayangkan dan yang diharapkan.

Bergembira dan bersukacita pada waktu Allah menyatakan kemuliaanNya tidak hanya berdimensi kehidupan kekal, kelak terpenuhi ketika Kristus datang untuk kali yang kedua, melainkan bahwa Allah selalu menyatakan kemuliaanNya dalam gumul dan juang kehidupan ini yang hanya bisa mendatangkan sukacita bagi mereka yang senantiasa memang selalu bersukacita di dalam Tuhan Yesus.

Filipi 1:29
Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia
1 Dilihat

14 November 2025

MERENDAHKAN DIRI

Jumat, 14 November 2025
Renungan Pagi 

Amsal 16:19
Lebih baik merendahkan diri dengan orang yang rendah hati dari pada membagi rampasan dengan orang congkak. 

MERENDAHKAN DIRI

Dimulai dengan perbandingan moral; ada yang merendahkan diri, ada yang rendah hati, dan ada orang congkak. Lebih baik merendahkan diri berlaku dalam hubungan dengan orang rendah hati sebab itu akan dihargainya; merendahkan diri di hadapan orang congkak bisa membuatnya menyadari moral kerendahan hati tetapi juga bisa membuatnya menganggap remeh orang yang merendahkan diri itu.

Sikap merendahkan diri adalah sikap yang dimiliki oleh orang yang rendah hati. Sikap rendah hati yang membuat orang merendahkan diri adalah kekuatan terbesar yang pernah ada dalam sejarah manusia di dunia ini.

Orang congkak hanya bisa meninggikan diri di atas orang lain; tidak merasa puas jika tidak menempati tempat yang paling tinggi untuk kemudian menguasai orang lain dari sana. Berbagi jarahan adalah pertanda hubungan yang baik dengan seseorang tetapi berbagi jarahan dengan orang congkak adalah sesuatu yang rendah; hal lain lebih baik dari itu.

Istilah yang sering terdengar adalah 'rendah diri'. Ini sebuah keadaan, dan bukan tindakan moral. Rendah diri adalah sikap yang selalu melihat dirinya sebagai tidak bisa melakukan apa pun; sikap yang tidak menghargai diri sendiri dengan segala kemampuan yang ada padanya.

Merendahkan diri itu bukan rendah diri sebab merendahkan diri itu artinya tetap rendah hati dalam prestasi apa pun yang dimilikinya.

Matius 23:12
Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
1 Dilihat

13 November 2025

DIAM UNTUK MEMPERHATIKAN

Kamis, 13 November 2025
Renungan Pagi

Ayub 37:14
Berilah telinga kepada semuanya itu, hai Ayub, diamlah, dan perhatikanlah keajaiban-keajaiban Allah.

DIAM UNTUK MEMPERHATIKAN

Memperhatikan adalah tindakan (lebih tepat: sikap) untuk mendengar, melihat, dan merasakan dengan hati. Memperhatikan adalah memberi hati kepada yang didengar, dilihat, dan yang terasa dalam kehidupan ini.

Diam adalah mengurangi bicara sehingga hati yang mendengar pun mengurangi melihat dengan ukuran mata telanjang sehingga hati yang melihat kenyataan yang ada. Diam juga bisa berarti membiarkan diri tenang dari memusingkan perkara dunia sehingga kehidupan ini dapat merasakan arus kehidupan dan memahaminya bukan berusaha untuk sekedar memilikinya.

Memberi telinga adalah undangan untuk mampu mendengarkan setiap hal termasuk yang tidak tergambar melalui suara. Orang dengan wajah yang murung adalah suara yang meminta perhatian lebih demikian juga orang harus mampu melihat bahwa ada suara yang harus mampu didengarkan dari mereka yang pada akhirnya memutuskan untuk diam.

Keajaiban Allah itu hanya bisa didengarkan oleh mereka yang bisa diam dan melihat dengan baik setiap hal yang terjadi pun mampu mendengar hal-hal yang tidak terucap dengan kata-kata sebab ia memberikan hatinya kepada suara kehidupan sebagai keajaiban Allah.

Diam untuk memperhatikan adalah agar Ayub (baca: manusia) tidak sibuk mempertanyakan dengan sangat bahkan menggugat otoritas Tuhan atas kehidupan. Tuhan itu ajaib atas kehidupan jika Ia diberi tempat untuk membiarkan keajaiban-keajaibanNya terdengar dalam hidup ini; bukan mempertanyakan (membicarakan dengan antusias) segala hal untuk memilikinya sebagai pengetahuan yang tiada bandingnya di dunia ini.

Mazmur 139:14
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.A
1 Dilihat

KASIH ITU MEMBERI HIDUP

Rabu, 12 November 2025
Renungan Pagi 

1 Yohanes 3:11-12
Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. 

KASIH ITU MEMBERI HIDUP

Berita dari mulanya adalah bahwa manusia itu gambar Allah sehingga hakikat dirinya adalah kasih sebab Allah adalah kasih.

Dengar dari mulanya adalah dari orangtua kepada anak-anaknya dari generasi ke generasi dan bagi orang Israel itu ada dalam hukum Taurat yang diberikan oleh Tuhan kepada mereka di gunung Sinai.

Saling mengasihi itu bukan terutama untuk menuntut dari orang lain tetapi bagaimana melakukannya bagi orang lain. Kasih itu terutama untuk diberi sebab wujud kasih adalah memberi.

Dorongan pemberian yang dilakukan itulah yang menjadi penentu apakah itu kasih atau bukan; ketika orang tulus melakukan sesuatu bagi orang lain, maka itulah kasih. Orang benar itu hidup di dalam kasih dan kasih itulah yang memberi hidup kepadanya.

Kain disebut jahat sebab ia dipenuhi kecemburuan, iri hati, kedengkian, sebab segalanya diukurnya dari dan demi dirinya sehingga pada akhirnya dia sendiri terukur sebagai penjahat,

Efesus 2:4-5
Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 
telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita — oleh kasih karunia kamu diselamatkan --
1 Dilihat

SAKSI YANG SETIA

Selasa, 11 November 2025
Renungan Pagi 

Amsal 14:5
Saksi yang setia tidak berbohong, tetapi siapa menyembur-nyemburkan kebohongan, adalah saksi dusta.

SAKSI YANG SETIA

Saksi, pengertian dasarnya adalah menyaksikan secara langsung suatu perkara yang terjadi. Setiap orang menjadi saksi atas hidupnya sendiri dan setiap orang yang hidup bersama dengan kita akan menjadi saksi kehidupan ini.

Menjadi saksi adalah memberi keterangan tentang  apa yang dilihat, yang didengar, dan yang dialami kepada setiap orang yang di
 membutuhkan. Lembaga yang menjadikan kesaksian serta kemampuan mengolah kesaksian itu menjadi pokok tugasnya adalah kepolisian dan pengadilan.

Orang yang memberi kesaksian yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya akan merusakkan banyak hal dan merugikan pihak-pihak tertentu bahkan mengacaukan  kehidupan. Bahkan mengatakan 'kebaikan pada seseorang' yang tidak ada pada orang itu pun adalah dosa.

Diharapkan bahwa setiap orang adalah saksi yang setia mengatakan kebenaran sehingga kehidupan selalu terbangun menjadi kehidupan yang memberi damai sejahtera bagi semua orang.

Menjadi saksi Kristus adalah identitas utama orang Kristen. Memang orang Kristen zaman sekarang tidak pernah melihat Kristus secara langsung tetapi bersyukur bahwa kesaksian yang benar dari saksi yang setia telah membuat kesaksian itu hidup kekal.

Matius 5:37
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
1 Dilihat

PERUT ORANG BENAR

Senin, 10 November 2025
Renungan Pagi 

Amsal 13:25
Orang benar makan sekenyang-kenyangnya, tetapi perut orang fasik menderita kekurangan. 

PERUT ORANG BENAR 

Orang benar bukan berarti pribadi yang tidak ada cacat cela tetapi mereka yang selalu menyadari bahwa manusia itu perlu melakukan yang terbaik dalam segala kelemahan dan keterbatasannya.

Orang benar makan sekenyang-kenyangnya menandakan bahwa perutnya senantiasa penuh. Demikian juga itu berarti bahwa ia mengalami keadaan yang baik untuk menikmati berkat yang baik dari kehidupannya.

Perut orang fasik yang menderita kekurangan menjadi pembanding menandakan bahwa keadaan damai sejahtera terus menjadi bahagian orang benar.

Makan sekenyang-kenyangnya adalah pertanda bahwa orang benar itu persediaan makanannya selalu cukup meski bahkan ketika ia tidak bekerja karena ada halangan.

Orang benar yang melakukan pekerjaannya selalu mendapatkan hasil yang baik sehingga itu selalu cukup untuk ia makan sekenyang-kenyangnya hari ini tanpa harus kuatir tentang hari besok.

Yesaya 26:12
Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.
1 Dilihat

09 November 2025

MENGALAHKAN NABI-NABI PALSU

Minggu, 9 November 2025
Renungan Pagi

1 Yohanes 4:4
Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.

MENGALAHKAN NABI-NABI PALSU

Fenomena nabi palsu sudah ada sejak zaman Perjanjian Lama, ketika banyak yang mengatakan tentang damai sejahtera yang tidak berkesudahan bagi umat Tuhan, walau mereka sedang memberontak di hadapan Tuhan. Nabi palsu pada masa ini adalah mereka yang berkanjang dalam kekerasan hatinya untuk membenarkan diri menurut kebenaran dunia walau hal itu tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Dunia dengan sistemnya mengisap banyak orang menjadi palsu.

Mengalahkan nabi palsu bukanlah terutama pada mengalahkan orang lain yang menjadi nabi palsu tetapi pada mengarahkan diri sendiri untuk tidak menjadi nabi palsu yang mengatasnamakan pemberitaan Injil tetapi sesungguhnya sedang merugikan iman demi kepentingan sendiri.

Kemenangan atas godaan menjadi nabi palsu hanya bisa terwujud oleh Roh yang ada di dalam umat Tuhan. Roh itu adalah semangat untuk mengedepankan maksud Allah dan bukan kepentingannya sendiri atau kehormatannya sendiri. 

Manusia dengan rohnya ada di dalam dunia dan sering lebih mudah dikuasai roh dunia dari pada Roh yang lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia itu. Dengan rohnya sendiri, manusia sering lebih terarah menjadi nabi palsu oleh dorongan roh yang kecil sudah kalah dan karena itu ia tidak tebuka untuk menerima karya Roh yang lebih besar.

Pemenang yang sejati tidak membiarkan dirinya ditipu oleh roh sehingga kuasa kemenangan Roh yang ada padanya direbut, lalu ia tercampak lagi ke dunia dengan rohnya yang menyesatkan.

1 Yohanes 4:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
1 Dilihat

08 November 2025

TIDAK ADA YANG DAPAT LUPUT

Sabtu, 8 November 2025
Renungan Pagi 

Yoel 2:3
Di depannya api memakan habis, di belakangnya nyala api berkobar. Tanah di depannya seperti Taman Eden, tetapi di belakangnya padang gurun tandus, dan sama sekali tidak ada yang dapat luput. 

TIDAK ADA YANG DAPAT LUPUT

Taman Eden adalah taman Tuhan tempat Adam dan Hawa hidup menikmati buah-buahan yang tersedia secara melimpah.

Ada anggapan bahwa selain untuk memetik dan mengunyah makanan yang sudah tersedia, maka Adam dan Hawa tidak perlu melakukan sesuatu apa pun.

Karena dosa, maka keadaan bangsa Israel diubahkan dari seperti di Taman Eden ke padang gurun tandus. Hal ini disebabkan oleh kawanan belalang yang memakan habis segala tumbuhan bahkan sampai kulit-kulit pohon.

Tidak ada yang dapat luput adalah hebatnya kuasa perusakan yang dilakukan oleh belalang belalang itu; tetapi itu juga adalah peringatan bahwa tidak ada yang dapat lolos dari hukuman Tuhan jika ia berbuat ingkar di hadapan Tuhan.

Tetapi kasih Allah juga tidak bisa meluputkan satu orang pun dari mereka yang selalu setia kepadaNya. Bagi mereka akan terjadi bahwa Tuhan mengubahkan padang gurun tandus menjadi Taman Eden.

Yesaya 51:3
Sebab TUHAN menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring.
1 Dilihat

07 November 2025

BANGUN UNTUK MENANG

Jumat, 7 November 2025
Renungan Pagi 

Hakim-hakim 7:15
Segera sesudah Gideon mendengar mimpi itu diceritakan dengan maknanya, sujudlah ia menyembah. Kemudian pulanglah ia ke perkemahan orang Israel, lalu berkata: "Bangunlah, sebab TUHAN telah menyerahkan perkemahan orang Midian ke dalam tanganmu." 

BANGUN UNTUK MENANG

Peristiwa ini terjadi pada larut malam sebelum tengah malam di perkemahan orang Midian ketika Gideon memastikan bahwa Allah  menyerahkan bangsa Midian untuk mereka kalahkan.

Gideon yang menyusup ke perkemahan orang Midian mendengar percakapan para prajurit yang menceritakan mimpinya dan yang lainnya menafsirkan mimpi itu sebagai kemenangan bagi Gideon, maka ada kepastian pada Gideon tentang apa yang telah dikatakan oleh Tuhan itu sebagai sesuatu yang benar dan pasti akan terjadi.

Gideon sujud menyembah sebab perbuatan Tuhan bagi umatNya selalu yang terbaik. Bahkan dalam situasi hitungan yang mustahil bagi manusia pun Allah tetap bertindak. Tiga ratus orang pasukan menghadapi sangat banyak pasukan musuh pun akan tetap dimenangkan.

Bangun pada waktu malam pun jika itu adalah kehendak Tuhan, maka itu pun dilakukan oleh Gideon dan pasukan yang bersamanya.

Setiap tindakan yang diambil harus selalu ada jaminan kemenangan bersama Allah di dalamnya. Jika bukan bersama Tuhan, maka itu hanya akan sia-sia.

Mazmur 40:6
Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung.
1 Dilihat

06 November 2025

MEMILIKI HIDUP

Kamis, 6 November 2025
Renungan Pagi

1 Yohanes 5:11-12
Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

MEMILIKI HIDUP

Kesaksian yang dimaksud adalah kesaksian manusia yang ditegaskan oleh Allah sendiri di dalam Tuhan Yesus Kistus bbahwa manusia telah dikaruniai hidup yang kekal di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Memiliki Anak (Tuhan Yesus) bukan berarti seakan-akan manusia yang lebih  berkuasa sehingga Kristus menjadi seperti ada dalam genggaman; sesuatu yang dapat diperintah atau dikendalikan sesuka hati oleh yang memilikinya. Memiliki Anak adalah adanya hubungan yang seperti orang yang saling memiliki antara umat dengan Tuhan yang mengasihinya.

Hidup yang kekal ada di dalam Anak artinya bahwa di luar Tuhan Yesus tidak ada harapan hidup yang berkenan di dalam hidup manusia. Hidup yang kekal adalah hidup yang berkenan kepada Allah.

Ada jaminan bahwa orang yang memiliki Anak berarti memiliki hidup. Arti hidup di sini bukanlah pengertian secara jasmaniah tetapi hidup dalam arti rohani bahwa ia memiliki hidup yang bukan saja sekedar memiliki tanda-tanda vital, yaitu: bernapas dan beraktivitas tetapi terutama memiliki hidup yang bermakna dan berdimensi kekekalan dalam seluruh aspeknya.

Hidup bisa tetap ada tetapi kehilangan nilainya; hal sebaliknya ialah bahwa orang yang memiliki Anak, maka meski secara fisik hidupnya berakhir tetapi ia tetap pemilik hidup sebab hidup orang yang memiliki hidup adalah kekal di dalam Tuhan Yesus.

Yohanes 17:3
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
1 Dilihat

05 November 2025

SEHARUSNYA LEBIH LAGI

Rabu, 5 November 2025
Renungan Pagi 

2 Raja-raja 13:19
Tetapi gusarlah abdi Allah itu kepadanya serta berkata: "Seharusnya engkau memukul lima atau enam kali! Dengan berbuat demikian engkau akan memukul Aram sampai habis lenyap. Tetapi sekarang, hanya tiga kali saja engkau akan memukul Aram." 

SEHARUSNYA LEBIH LAGI

Itu adalah sebuah tindakan kenabian, bahwa yang dilakukan itu adalah nubuat yang akan dipenuhi oleh Tuhan; Yoas raja Israel menjadi pelaku tindak kenabian itu.

Yoas telah dipandu sebelumnya bahwa ketika ia diperintahkan memanah ke arah jendela yang sebelah timur sebagai panah kemenangan dari pada TUHAN bagi Israel atas Aram di Adek dan tentulah bahwa perintah untuk memukul tanah dengan anak-anak panah juga adalah tindak kenabian yang terkait dengan tindak kenabian sebelumnya, yaitu panah kemenangan yang dari pada TUHAN itu,

Yoas memukul sebanyak tiga kali, hitungan yang biasanya sama untuk 'check mic' untuk memastikan bahwa semuanya sedang baik-baik saja, sebab tiga kali artinya sudah banyak kali bagi manusia.

Tiga kali tindakan Yoas itu membuat abdi Allah (Elisa) gusar sebab perkara melakukan perintah Allah itu tidak cukup dengan hanya tiga kali tetapi seharusnya lima atau enam kali --- atau lebih lagi.

Keengganan untuk melakukan lebih dari tiga kali tindak kenabian bagi kemenangan yang dari pada Tuhan menjadi batas jaminan berkat Tuhan bagi kehidupan umat Tuhan, baik pribadi maupun sebagai bangsa.

2 Tesalonika 3:13
Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik.
1 Dilihat

04 November 2025

PALANG KELUARGA

Selasa, 4 November 2025
Renungan Pagi 

Kidung Agung 8:9
Bila ia tembok, akan kami dirikan atap perak di atasnya; bila ia pintu, akan kami palangi dia dengan palang kayu aras. 

PALANG KELUARGA

Palang keluarga tidak dimaksudkan sebagai pembatasan agar orang tidak masuk ke keluarganya melainkan agar anggota keluarga tidak keluar secara bebas dan menjadi celaka di luar.

Alamat perlakuan yang disebutkan dalam ayat ini adalah adik perempuan sang kakak yang sedang menjadi mempelai; perempuan itu dijaga oleh kakaknya agar kelak dia juga menjadi pengantin yang terhormat ketika tiba masanya.

Atap dari perak adalah simbol perlakuan yang sangat baik dan terhormat untuk melindungi tembok yang ada di bawahnya.

Palang kayu aras adalah simbol kekuatan yang elegan sebab kayu aras adalah kayu yang sangat baik, kelas pertama, untuk bangunan kayu. Menjaga 

Atap atau palang keluarga untuk menjaga anggota keluarganya -- terutama anak perempuan -- adalah dengan mendirikan palang iman yang sungguh taat pada kehendak Tuhan dalam hatinya.

Amsal 3:6
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
1 Dilihat

03 November 2025

TULUS PADA JALAN TUHAN

Senin, 3 November 2025
Renungan Pagi

Amsal 10:29
Jalan TUHAN adalah perlindungan bagi orang yang tulus, tetapi kebinasaan bagi orang yang berbuat jahat.

TULUS PADA JALAN TUHAN

Jalan Tuhan adalah kesediaan sepenuhnya untuk melakukan segala kehendak Tuhan dalam kehidupan ini. Orang yang melakukannya dengan maksud yang terselubung, maka yang empunya jalan itu tahu.

Jalan Tuhan adalah perlindungan, bahwa ketika jalan itu dijalani, maka ada kuasa yang tidak kelihatan yang menjadi perisai bagi kehidupan orang yang menjalaninya. Tentu saja bukan berarti bahwa tidak ada orang yang menentang hidupnya, tetapi bahwa ada perlindungan yang tersedia dari pihak TUHAN dengan segala cara.

Orang yang tulus adalah mereka yang dalam menjalani kehidupan tidak dipenuhi dengan segala macam pertimbangan berdasarkan kepentingannya sendiri, melainkan bahwa ia hanya mengerjakan kehendak TUHAN dalam jalan kehidupannya.

Jalan TUHAN sebagai kebinasaan, bahwa kuasa TUHAN berlaku baginya sebagai penghukuman atas segala cara hidup yang tidak berkenan. Kehidupan itu sendiri dengan hukum mata ganti mata akan menghantui kehidupan mereka yang berbuat jahat; kebinasaan itu bermula dari takut pada dirinya sendiri yang jahat.

Manusia itu rapuh dan ia membutuhkan perlindungan dalam perjalanan kehidupannya dan itu dijaminkan oleh sikap hidup yang tulus pada jalan Tuhan.

Efesus 5:15-16
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
1 Dilihat

DENGAN ROH TUHAN

Minggu, 2 November 2025
Renungan Pagi

Zakharia 4:6 
Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam. ..."

DENGAN ROH TUHAN

Zerubabel adalah pemimpin bangsa Israel, yang memimpin kelompok pertama bangsa Israel yang kembali dari pembuangan. Zerubabel memulai peletakan batu pertama pembangungan kembali Bait Suci yang telah diruntuhkan oleh Nebukadnezar.

Bukan dengan keperkasaan adalah penguatan bagi orang Israel yang sedang membangun kembali Bait Suci bahwa mereka memang lemah dalam tantangan yang banyak dari berbagai pihak tetapi oleh itu tidak boleh menghalangi mereka untuk terus membangun Bait Suci.

Bukan dengan kekuatan adalah penguatan bagi mereka sebab sebagai manusia mereka tidak memiliki daya yang cukup untuk membangun tetapi Allah akan memberi mereka segala kemungkinan yang baik untuk melakukan pekerjaan itu.

Dengan Roh TUHAN artinya bahwa kunci kesuksesan manusia tidak diukur semata dari hasil pekerjaannya tetapi dari semangat (pekerjaan roh Tuhan) yang  ada padanya.

TUHAN semesta alam adalah keterangan tentang Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu sehingga di dalam Dia tidak ada hal yang tidak akan terjadi bagi umatNya yang sungguh-sungguh hanya mengandalkan TUHAN. Manusia hanya sebutir pasir di alam semesta tetapi ia bisa mengerjakan pekerjaan besar jika ia diberi semangat oleh roh Tuhan.

Yehezkiel 36:27 
Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.
1 Dilihat

BERLOMBA DENGAN BAIK

Sabtu, 1 November 2025
Renungan Pagi

Galatia 5:7
Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?

BERLOMBA DENGAN BAIK

Berlomba adalah menampilkan kemampuan terbaik untuk mencapai kemenangan dibandingkan dengan orang atau kelompok lain yang juga menampilkan kemampuannya dalam hal yang sama; ini berbeda dengan pertandingan yang biasanya mengadu kemampuan secara langsung yang hasilnya lansung ditentukan oleh per-adu-an itu untuk dinyatakan sebagai kalah atau menang.

Berlomba dengan baik bukan pada perlombaan untuk menjadi pemenang tetapi soal saling menantang agar melakukan perkara perlombaan itu secara lebih baik. Perlombaan iman itu bukan kompetisi tetapi keteladanan

Perlombaan yang dimaksud adalah perlombaan iman yang intinya adalah menuruti kebenaran. Standar kebenaran itu bukanlah terutama pada nilai ideal atau patokan standar manusia tetapi kehendak Allah yang menghidupkan manusia.

Peserta perlombaan iman bukan untuk mengalahkan yang lain sehingga menjadi lebih tinggi dari orang lain, melainkan setiap orang berusaha untuk melakukan panggilan iman semakin lebih baik setiap harinya sehingga semakin diperkaya dan memperkaya orang-orang yang ada di sekitanya.

Berlomba dengan baik adalah semakin menyadari kebenaran dan hidup di dalamnya, setiap hari semakin dalam, dari waktu ke waktu semakin berbunga sukacita.

Galatia 3:23
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
1 Dilihat

AKAR PAHIT

Jumat, 31 Oktober 2025
Renungan Pagi

Ibrani 12:15
Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

AKAR PAHIT

Akar adalah sesuatu yang menjalar jauh dan berfungsi untuk mencari dan mengumpulkan bahan makanan bagi kelangsungan pokok tumbuhan atau tanaman.

Sebagai penopang, akar tetap membuat pohon tanaman berdiri dan jika fungsi itu gagal, maka tanaman akan tumbang dan jika akar tercabut, maka matilah tanaman itu.

Akar pahit dalam ayat ini lebih pada sifat akar yang menjalar dan yang mengumpulkan makanan bagi tanaman. Akar yang pahit adalah sikap hidup yang tidak berpadanan dengan kehidupan setiap pihak di dalam kebersamaan sehingga muncul keadaan yang sulit dan berat dalam kehidupan orang lain itu. Akar pahit bisa jadi tidak menyadari bahwa ia telah memberi (tepatnya menjadi) makanan pahit, rasa yang tidak enak dan tidak baik bagi kebersamaan.

Penyebab akar pahit adalah menjauhkan diri kasih karunia Allah. Itu berarti bahwa orang mengutamakan keuntungan pribadi dan upaya mencari hormat bagi dirinya sendiri sehingga semakin mengikis kesadaran akan kasih Allah yang menyelamatkan manusia dari kesombongan, keangkuhan, dan tinggi hati yang selalu merusak hubungan; menimbulkan kerusuhan. Akar pahit juga bisa disebabkan oleh karena ada orang yang merasa dikucilkan dari persekutuan.

Mencemarkan banyak orang adalah efek dari kerusuhan yang disebabkan oleh akar pahit itu. Ketika orang melihat atau merasakan kerusuhan yang terjadi, maka ia bisa membenci akar pahit itu dan menyebabkan dosa.

Amsal 15:1
Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.
1 Dilihat

KESAKSIAN HIDUP ORANG BENAR

Kamis, 30 Oktober 2025 11
Renungan Pagi 

Mazmur 92:15-16
Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya. 

KESAKSIAN HIDUP ORANG BENAR

Seiring perjalanan waktu, setiap benda dan atau barang akan menjadi usang; lama-kelamaan akan rusak/lapuk hingga kikis kembali ke alam. Hanya ada beberapa benda yang bisa bertahan lama seperti emas dan intan yang tidak akan kikis oleh waktu dan alam.

Hakikat manusia adalah menjadi tua dan semakin merosot; berbeda-beda pada setiap orang; ada yang masih kuat pada umur yang sangat tua tetapi ada juga orang yang sebenarnya masih terhitung mudah di antara orang-orang tua tetapi semangat dan tenaganya sudah loyo.

Umat Tuhan itu akan tetap gemuk dan segar pada masa tuanya, Ini berbeda dengan fisik orang tua yang biasanya tubuhnya akan semakin merosot bahwa daging semakin mengerut dan semakin terkuras sampai kulit menjadi kelihatan seperti lipatan kain yang lusuh.

Berbuah artinya tetap bermanfaat bagi kehidupan dan buah itu terkait dengan kesaksian hidup tentang TUHAN yang disampaikannya bagi dan dalam serta melalui kehidupan itu sendiri.

Kesaksian hidup yang harus selalu terdengar dari hidup umat Tuhan sampai pada masa tua adalah bahwa Tuhan itu benar, bahwa Tuhan itu perisai, dan bahwa Tuhan itu tidak ada kecurangan padaNya.

2 Timotius 1:8
Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.
1 Dilihat