Renungan Pagi
Mazmur 11:4
TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.
TUHAN TURUN TAKHTA
Turun takhta tidak dimaksudkan karena Allah tidak sanggup lagi menjalankan peran-Nya sehingga ia turun takhta; Allah tidak akan pernah turun dari takhta karena alasan apa pun selain untuk menjumpai umat-Nya.
Tuhan turun takhta dan masuk (ada di dalam bait-Nya yang kudus) untuk bertemu dengan umat-Nya di sana.Ini Demi bertemu dengan umat-Nya, Allah rela turun takhta. Ibadah itu adalah tempat situasi kerendahan dalam kesediaan Allah untuk turun takhta.
Demikian pun umat yang mau bertemu dengan Tuhan harus belajar untuk turun takhta; meninggalkan segala keangkuhan, perasaan lebih tinggi dan lebih hebat dari orang lain, dan sebagainya.
Baik di surga maupun dalam bait-Nya, Allah memperhatikan manusia; melihat dengan sungggyh-suungguh keberadaan hidupnya dan memberkatinya.
Setiap orang mendapat kasih dari Allah seperti dalam kenyataan bahwa cahaya matahari menyinari setiap insan di bumi ini; laksana hujan yang turun kepada semua orang, itu adalah penegasan tentang Alah yang mengasihi setiap orang.
Bagi mereka yang diperhatikan oleh Tuhan, maka sama seperti yang diketahui bahwa orang melakukan hal yang terbaik kepada orang yang diperhatikannya, maka sinar mentari yang menyinari seluruh bumi itu menjadi berkat tersendiri bagi mereka yang diperhatikan oleh Tuhan yang turun takhta.
1 Timotius 4:8
Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.