23 November 2025

ALLAH MENGECILKAN DIRI

Minggu, 23 November 2025
Renungan Pagi 

2 Tawarikh 6:18
Tetapi benarkah Allah hendak diam bersama dengan manusia di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidaklah dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini.

ALLAH MENGECILKAN DIRI

Langit yang mengatasi segala langit adalah ungkapan yang menggambarkan kemahabesaran Allah di atas segala-galanya; tidak terjangkau oleh pemandangan mata dan nalar berpikir manusia.

Langit itu dapat diartikan sebagai titik akhir daya pandang manusia ke atas; karna itu bagian atas rumah yang membatasi pandangan disebut langit-langit (bukan langit yang sesungguhnya). Allah bukan untuk dipandang dari jauh, manusia tidak cukup mampu untuk memandang Allah tetapi cukup merasakan kehadiranNya.

Allah itu adalah Allah yang sebenarnya terlalu besar dan mulia untuk tinggal bersama manusia di bumi tetapi Ia telah dari awal memilih untuk menemani manusia di Taman Eden. Allah mengasihi manusia sehingga Ia mengecilkan diri untuk menemani manusia.

Salomo yang mendirikan rumah untuk Tuhan, yang biasa dikenal sebagai Bait Suci, menyadari bahwa Tuhan itu sesungguhnya begitu mulia untuk tinggal di situ, tetapi ia berkenan untuk menjumpai manusia di sana. Allah yang mahabesar itu dapat mengecilkan diri untuk bertemu dengan manusia; bahkan jika hanya kemuliaanNya yang ada di situ, itu sudah cukup bagi manusia.

Bahkan Allah semakin mengecil lagi dan bersedia masuk ke dalam hati manusia; karena itu sering dikatakan bahwa hati adalah tempat yang terbesar di dunia. Sudahkah orang yang datang ke rumah Tuhan membuka hatinya untuk menerima Tuhan berdiam di dalamnya?

Efesus 3:16-17
Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 Dilihat