Senin, 17 November 2025
Renungan Pagi
Amsal 11:18
Orang fasik membuat laba yang sia-sia, tetapi siapa menabur kebenaran, mendapat pahala yang tetap.
PAHALA YANG TETAP
Pahala adalah hadiah yang diberikan kepada seseorang karena keberhasilan yang diraihnya. Tentu saja, bahwa keberhasilan itu adalah sesuatu yang baik dan bersifat kepahlawanan. Tidak ada pahala bagi yang berhasil dalam hal yang buruk; bagi mereka tersedia hukuman.
Manusia hidup di dunia mencari dan mengumpulkan sebanyak mungkin hal di dunia ini yang pada akhirnya sebanyak apa pun yang diraih tidak akan pernah terasa cukup dan karena itu sering terdengar nasihat yang berbunyi: 'Jangan melakukan sesuatu yang tidak membawa keuntungan'.
Hal yang salah adalah ketika manusia melihat keuntungan hanya dari sisi material dan melupakan sisi nilai-nilai kemanusiaan dalam segala yang dilakukannya; ketika laba menjadi tujuan utama, dan itu hanya dipahami sebagai materialistis egoistis.
Laba, hal-hal materi dalam kehidupan ini bersifat sementara - fana; tidak bisa menjamin seluruh kehidupan manusia. Uang yang banyak tidak akan bisa membeli umur yang panjang apalagi kekekalan. Rumah yang besar tidak melindungi sepenuhnya dari marabaya. Ketika mengejar laba materialistis - yang diasebut sia-sia itu, maka ketika kesulitan menerpa hidup ini, maka ia tidak akan berguna,
Pahala yang tetap adalah segala perkara yang diperoleh dari menabur kebenaran. Menabur artinya memulai dari awal. Semuanya memang benar dan baik dari awal, itulah yang diberi pahala yang tetap. Pahalanya adalah dari kehidupan di dunia ini dan dalam bentuk kehidupan kekal yang akan datang kelak.
Yohanes 6:27
"... Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar