13 November 2025

DIAM UNTUK MEMPERHATIKAN

Kamis, 13 November 2025
Renungan Pagi

Ayub 37:14
Berilah telinga kepada semuanya itu, hai Ayub, diamlah, dan perhatikanlah keajaiban-keajaiban Allah.

DIAM UNTUK MEMPERHATIKAN

Memperhatikan adalah tindakan (lebih tepat: sikap) untuk mendengar, melihat, dan merasakan dengan hati. Memperhatikan adalah memberi hati kepada yang didengar, dilihat, dan yang terasa dalam kehidupan ini.

Diam adalah mengurangi bicara sehingga hati yang mendengar pun mengurangi melihat dengan ukuran mata telanjang sehingga hati yang melihat kenyataan yang ada. Diam juga bisa berarti membiarkan diri tenang dari memusingkan perkara dunia sehingga kehidupan ini dapat merasakan arus kehidupan dan memahaminya bukan berusaha untuk sekedar memilikinya.

Memberi telinga adalah undangan untuk mampu mendengarkan setiap hal termasuk yang tidak tergambar melalui suara. Orang dengan wajah yang murung adalah suara yang meminta perhatian lebih demikian juga orang harus mampu melihat bahwa ada suara yang harus mampu didengarkan dari mereka yang pada akhirnya memutuskan untuk diam.

Keajaiban Allah itu hanya bisa didengarkan oleh mereka yang bisa diam dan melihat dengan baik setiap hal yang terjadi pun mampu mendengar hal-hal yang tidak terucap dengan kata-kata sebab ia memberikan hatinya kepada suara kehidupan sebagai keajaiban Allah.

Diam untuk memperhatikan adalah agar Ayub (baca: manusia) tidak sibuk mempertanyakan dengan sangat bahkan menggugat otoritas Tuhan atas kehidupan. Tuhan itu ajaib atas kehidupan jika Ia diberi tempat untuk membiarkan keajaiban-keajaibanNya terdengar dalam hidup ini; bukan mempertanyakan (membicarakan dengan antusias) segala hal untuk memilikinya sebagai pengetahuan yang tiada bandingnya di dunia ini.

Mazmur 139:14
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.A

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 Dilihat