27 November 2025

LABA YANG TIDAK HALAL

Kamis, 27 November 2025
Renungan Pagi

Habakuk 2:9 
Celakalah orang yang mengambil laba yang tidak halal untuk keperluan rumahnya, untuk menempatkan sarangnya di tempat yang tinggi, dengan maksud melepaskan dirinya dari genggaman malapetaka!

LABA YANG TIDAK HALAL

Harta benda dicari manusia selama hidupnya agar ia tidak ditimpa malapetaka kehidupan yang disebut 'miskin' itu. Ada candaan sinis yang berbunyi: 'orang miskin dilarang sakit', 'orang miskin tidak usah sekolah'; secara kasar orang kaya bisa mengatakan: 'orang miskin tidak usah hidup'; bahkan ketika orang tidak mempunyai pulsa untuk menelpon pada hp-nya, sering diungkapkan bahwa hp saya mengingatkan bahwa 'orang miskin' dilarang menelpon.

Keperluan rumah mengingatkan bahwa kehidupan itu bermula dari kemampuan untuk memenuhi kebutuhan rumah. Orang yang memiliki harta yang banyak tetapi kehidupan di rumahnya serba kekurangan, maka orang itu lebih celaka dari orang yang memang belum mampu mencari lebih dari sekedar kebutuhan mendasar dan pokok di rumah tangganya.

Laba adalah kerja dan usaha untuk mendapatkan keuntungan dari perputaran proses kehidupan dengan meningkatkan jumlah nilai sehingga dalam perputaran itu, ada yang dapat diambil tanpa menggangu proses perputaran itu. Perputaran itu menyangkut seluruh hidup manusia. Kerja menerima upah, membeli kebutuhan hidup yang didapat dari perputaran harga di dunia perdagangan. Proses ini berjalan berdampingan dengan orang bekerja menghasilkan sesuatu yang dijual mengikuti perputaran harga dunia perdagangan. Masih seiring dengan itu, orang bekerja untuk menghasilkan sesuatu yang akan digunakan untuk menjaga agar tetap ada daya yang cukup melakukan kerja di dunia ini.

Laba yang tidak halal adalah keuntungan yang diperoleh dengan merugikan orang lain atau memperkaya diri dengan mengorbankan orang lain; mengambil lebih dari yang seharusnya (korupsi), atau mengambil yang bukan haknya (mencuri, merampok), memanipulasi hak orang lain (penipuan), dan berbagai tindakan lainnya sehingga mengganggu keberadaan hidup orang lain. Laba yang tidak halal sering ditutupi orang dengan mengatakan bahwa itu adalah usaha.

Kehidupan yang rusak karena laba yang tidak halal pada akhirnya akan merusakkan hidup semua yang ada dalam kehidupan ini sehingga semuanya akan merasakan kecaman kecelakaan. Khusus bagi orang yang merusak kehidupan dengan laba yang tidak halal, ia akan celaka bukan oleh malapetaka kemiskinan, melainkan karena dikutuk oleh kehidupan yang dirusakkannya; ini terjadi sebagi proses ilahi.

Ibrani 13:5
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 Dilihat