26 November 2025

MEMPERSIAPKAN PERKARA

Rabu, 26 November 2025
Renungan Pagi

Ayub 13:18
Ketahuilah, aku menyiapkan perkaraku, aku yakin, bahwa aku benar.

MEMPERSIAPKAN PERKARA

Setiap orang yang berperkara, perdata atau pidana, pasti selalu merasa berada pada kebenaran sehingga ia berani berperkara. Tidak akan ada orang yang berani berperkara sebab itu hanya akan semakin menghilangkan harga diri dan bisa menimbulkan kerugian material.

Kehidupan adalah perkara beperkara yang harus berperkara. Beperkara artinya melakukan aksi untuk mengisi kehidupan dari berbagai sisi sedangkan berperkara adalah mempertanggungjawabkan kehidupan sebagai yang benar jika ada pihak yang menggugat kehidupan ini.

Banyak orang yang beperkara tetapi tidak siap berperkara sebab ia tahu bahwa ia salah beperkara dalam hidupnya. Dibutuhkan titik balik bagi kehidupan yang seperti ini sehingga hidup selalu menjadi perkara yang dipertanggungjawabkan sebagai yang diyakini benar.

Mempersiapkan perkara adalah orang yang selalu menjalani kehidupannya selalu dalam keyakinan bahwa ia melakukan yang benar sehingga kapan pun ada yang menyanggah tentang kehidupannya akan tebukti bahwa ia benar.

Manusia kodratnya terbatas dan rentan, tidak sempurna. Tetapi kalau ada kesalahan, maka itu hanya akan bersifat teknis, dan bukan sebagai kesalahan moral atau kesalahan etis yang harus dipertanggungjawabkan sebagai dosa. Manusia yang mempersiapkan perkara hidupnya tidak akan pernah terjatuh sebab ia mengandalkan Tuhan sebagai pedoman dan bukan keyakinan dirinya yang menjadi patokan.

MAzmur 119:105 
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 Dilihat