Renungan Pagi
Pengkhotbah 8:9
Semua ini telah kulihat dan aku memberi perhatian kepada segala perbuatan yang dilakukan di bawah matahari, ketika orang yang satu menguasai orang yang lain hingga ia celaka.
HINGGA IA CELAKA
Manusia berusaha untuk mencari sejahtera dalam hidupnya; kesenangan dengan segala kenyamanan yang menunjang hidupnya.
Secara naluri setiap orang untuk memperjuangkan hidupnya ke kesejahteraan hidup dengan memiliki segala hal untuk menunjang hidupnya.
Fasilitas penunjang hidup itu pada akhirnya juga mencakup orang-orang yang ada di sekitarnya sehingga itu berubah menjadi tirani. Semakin menguasai sebanyak mungkin orang lain, maka semakin banyak juga kesejahteraan untuk diperoleh dengan mudah.
Penguasaan atas orang lain akan membuat kecelakaan. Secara kasat mata, celakalah mereka yang hidup di ujung telunjuk (kekuasaan) orang lain sebab hidup mereka seakan tak bermakna bagi penguasa itu; walau mereka dalam kekecilan mereka sudah menjadi yang terhebat berada di dalam tangan sang penguasa, tetapi sesungguhnya yang celaka adalah mereka yang menggunakan kuasa atas orang lain sebab mereka tanpa sadar menghisap keringat bahkan darah dari sesamanya yang penyakit menahun dalam diri dan hidup mereka. Jika kekuasaan itu menjadi tiran, mereka (penguasa itu) selalu dikutuk oleh dunia di mana dia hidup.
Kesejahteraan yang sesungguhnya adalah ketika orang dengan segala kekuatannya melayani dan mengasihi orang lain. Mereka diberkati sebab roh orang-orange selalu mengingat mereka dalam kasih lalu menjadi doa yang menunjang hidup mereka dengan sejahtera yang sesungguhnya; tenang di tengah-tengah manusia; bahagia di hadapan Tuhan.
Yakobus 3:17
Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar