02 September 2024

TAHAPAN PEKERJAAN

Senin, 2 September 2024
Renungan Pagi

Amsal 24:27
Selesaikanlah pekerjaanmu di luar, siapkanlah itu di ladang; baru kemudian dirikanlah rumahmu.

TAHAPAN PEKERJAAN

Memiliki rumah adalah sebuah kebutuhan mendasar bagi manusia. Dalam ilmu sosial sekitar tiga dekade yang lalu hal memiliki rumah (tempat tinggal), bersama dengan ketersediaan makanan dan pakaian, disebutkan sebagai kebutuhan pokok manusia.

Bagi masyarakat belahan timur, memilki rumah adalah kebutuhan yang mutlak bagi keluarga sehingga hubungan suami isteri sering disebut sebagai berumahtangga.

Mendirikan rumah adalah prioritas kedua setelah menyelesaikan pekerjaan di luar; berarti bahwa yang lebih utama adalah memiliki topangan hidup yang pasti; baik ekonomi tetapi juga kekuatan spiritual. Inilah tahapan pertama untuk diwujudkan dalam kehidupan - bekerja untuk hidup.

Mendirikan rumah perlu dipersiapkan dengan baik; siapkanlah itu di ladang. Pembangunan rumah itu harus dipersiapkan dengan baik; bahan-bahan semua lengkap baru memulai pekerjaan; inilah tahapan kedua dalam mendirikan rumah. Pekerjaan besar harus dipersiapkan dengan matang, tidak buru-buru adalah prinsip hidup yang harus mendasari seluruh kehidupan ini.

Tahap terakhir adalah mendirikan rumah. Tentu saja kita berharap bangunannya rapih, indah, dan luwes. Paling penting adalah suasananya nyaman dan tenang.

1 Tesalonika 4:11-12
¹¹ Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu,
¹² sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.

01 September 2024

MENGUATKAN YANG SUDAH HAMPIR MATI

Minggu, 1 September 2024
Renungan Pagi 

Wahyu 3:2
Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.

MENGUATKAN YANG SUDAH HAMPIR MATI

Proses kehidupan sedang membawa manusia menuju zaman yang semakin meningkat dan maju. Manusia yang tidak bergerak maju pada akhirnya akan mati.

Tetapi pekerjaan manusia memang tidak ada yang sempurna walau diberi nilai 'sempurna' dalam kehidupan sehari-hari -- cum laude (Latin= dengan pujian) kepada lulusan sarjana dan pascasarjana.

Dalam perkara pekerjaan iman pun,  manusia tidak akan pernah melakukan segala sesuatu secara sempurna sebab pekerjaan iman adalah pekerjaan dari dan bagi Pribadi yang sangat besar dari jangkauan manusia -- dilakukan bagi kemuliaan Sang Pencipta.

Manusia yang tidak sempurna bisa membuat iman semakin kecil dan semakin merosot ke keadaan hampir mati dalam pergulatan untuk mencari yang sempurna lalu semuanya dinilai dalam kapasitas ukuran manusia.

Bangunlah adalah seruan untuk sadar bahwa proses iman yang sedang menuju ke keadaan yang sudah hampir mati itu disebabkan oleh karena manusia mau menjadi tuan atasnya lalu mengembalikannya kepada Tuan yang sesungguhnya, yaitu Tuhan, sehingga manusia yang tidak sempurna ini akan semakin lebih baik dari waktu ke waktu menuju ke kesempurnaan Tuhan.

1 Korintus 13:9-10
⁹ Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. 
¹⁰ Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.