03 November 2024

MERDEKA DI NEGERI PEJUANG

 

MERDEKA DI NEGERI PEJUANG

(Bangaran Pasamboan)

 

Setiap detakan jantung insani merindukan kemerdekaan;

setiap rongrongan terhadap kebebasan melukai nurani kemanusiaan;

jiwa pejuang tergores oleh banyaknya penjajahan di alam kehidupan

bahkan di negeri berproklamasi terbebas dari penguasaan penjajah.

 

Proklamasi merdeka dari penjajah bukanlah akhir dari perjuangan

melainkan awal dari upaya mengatur diri sendiri menuju kesejahteraan yang adil;

merdeka bukanlah negeri tanpa penguasa; bukan hidup di tempat hidup tanpa norma;

merdeka bukanlah bertindak semau hati tiada batas tetapi bertindak benar di dunia milik bersama.

 

Merdeka tidak datang berkunjung karena lagi suka pun tidak karena diberi;

ia direbut dengan berpeluh dan menangis dalam teriakan ‘Maju pantang mundur’,

dari keringat dan darah mereka yang dikenal dalam sebutan kesatria dan srikandi;

pengorbanan tak terhitung harus diperhitungkan untuk terus memaknai kemerdekaan.

 

Perjuangan belum berakhir di bumi berproklamasi merdeka jika penguasa tiran masih bertakhta;

bila langit masih diselubungi aura kekerasan dan pemaksaan kehendak para penguasa;

bila teriakan orang lemah masih terbungkam oleh gertak menyeramkan para pembesar;

bila orang bekerja hanya untuk mendapatkan sesuap nasi tanpa harapan tentang masa depan.

 

Merdeka adalah warisan para pejuang melawan penjajahan terhadap kemanusiaan;

berada di bumi pejuang adalah berkorban untuk kemerdekaan

melawan pengorbanan kaum kecil untuk menduduki kursi empuk kekuasaan.

 

Terima kasih telah diperkenankan berada di negeri tak bertuan penjajah;

syukur kepada tangan pelindung yang memberi rahmat bertajuk merdeka di negeri permai;

selamat berkarya merajut kemerdekaan setiap hari di jalan hidup pejuang.

Merdeka di negeri pejuang terus berjuang mewujudkan kemerdekaan bagi semua.

 

 

Tobadak, 29 Agustus 2023

MENGENAL ALLAH

Minggu, 3 November 2024
Renungan Pagi

1 Yohanes 4:8
Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

MENGENAL ALLAH 

Allah itu adalah kenyataan yang tidak terbatas; Allah sedang mengurus mengurus perkara-perkara besar bagi dan oleh manusia tetapi juga sedang mengurus hal-hal kecil bahkan sepele bagi manusia.

Setiap doa yang sampai kepadaNya didengar dan diurus oleh-Nya. Kapan pun, dalam situasi bagaimanapun, dan di mana pun Allah ada dan campur tangan untuk kebaikan manusia.

Dengan demikian pekerjaan Allah saja sudah sulit untuk dipahami oleh manusia apalagi pribadi-Nya. Manusia yang berhadapan muka dengan muka dengan Allah hanya Musa.

Manusia sebagai gambar dah rupa Allah diberkati untuk bisa mengenal Allah melalui kemanusiaan manusia yang sungguh-sungguh manusia, yaitu bahwa ia menjalani hidup dalam kasih karena sadar bahwa ia telah, sedang, dan akan terus dikasihi oleh Allah.

Hiduplah di dalam kasih, maka Allah dalam keberadaanNya yang tidak terbatas itu semakin dipahami -- dikenal dan sampai pada akhirnya kita akan mengenal dalam berhadapan muka dengan muka dengan Allah.

1 Yohanes 3:2
Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.