03 Juni 2025

TIDAK ADA ISTIRAHAT

Senin, 2 Juni 2025
Renungan Pagi

Pengkhotbah 8:8
Tiada seorang pun berkuasa menahan angin dan tiada seorang pun berkuasa atas hari kematian. Tak ada istirahat dalam peperangan, dan kefasikan tidak melepaskan orang yang melakukannya.

TIDAK ADA ISTIRAHAT

Perjuangan tanpa istirahat itu dimaksudkan untuk menjaga kuasa yang tidak bisa ditahan pun yang tidak bisa dikuasai.

Angin tak tertahan tapi bisa menjaganya atau membuat perlindungan agar kedatangannya tidak mendatangkan bahaya apalagi maut.

Hari kematian adalah 'waktu yang ditakuti' walau pada saat yang bersamaan ia adalah sesuatu yang selalu hadir menjadi seperti bayangan bagi kehidupan ini; pada waktu tertentu ia adalah teman bermain dan sesekali, laksana bayangan untuk berlindung dari panas, ia adalah tempat berlindung dari panasnya deru kehidupan; bukan dicari untuk dialami tetapi untuk mengingatkan hakikat kehidupan.

Perjuangan tanpa istirahat adalah supaya angin yang tidak tertahan itu tidak mengganggu kenyamanan hidup dengan membangun rumah yang kuat, aman, dan nyaman sampai akhirnya orang bersiap dengan baik menerima kedatangan hari kematian yang tidak bisa dikuasai oleh manusia itu.

Kefasikan tidak melepaskan orang fasik hendak mengingatkan bahwa rumah yang nyaman itu adalah hidup yang baik sementara angin yang tak terbendung itu adalah badai hidup yang disebabkan oleh kefasikan manusia.

Efesus 2:10
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

KEKUATAN MENGHADAPI DERITA

Minggu, 1 Juni 2025
Renungan Pagi

Kejadian 16:8-9
Katanya: "Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?" Jawabnya: "Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku."
Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya."

KEKUATAN MENGHADAPI DERITA

Manusia berjalan dalam kehidupan dan pastilah bahwa ia mencari ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan,

Tetapi tidak ada jalan hidup yang selalu rata; hidup hanya akan berjalan baik jika ia mampu mengatasi kesulitan-kesulitan kehidupan yang terjadi.

Lari dari kesulitan bukanlah jalan yang dikehendaki Tuhan dan tentu saja bahwa itu bukan jalan yang terbaik.

Tuhan mengarahkan agar Hagar membiarkan diri ditindas dan tentu saja bahwa ini juga tidak menyenangkan; tetapi itulah kekuatan terbesar untuk mengahadapi kekuatan, yaitu menjalaninya dalam penyerahan diri kepada kehendak Tuhan.

Kekuatan terbesar manusia yang pernah ada untuk menghadapi penderitaan adalah berjuang bersama sambil terus berjuang untuk tidak menjadi beban bagi orang lain.

Yohanes 16:33
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."