30 November 2023

TUHAN ITU PANJANG SABAR

Kamis, 30 November 2023
Renungan Pagi

Nahum 1:3
TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.

TUHAN ITU PANJANG SABAR

Pengakuan yang kontras dengan kenyataan bahwa manusia itu adalah insan yang suka menantang kesabaran Tuhan. Manusia adalah insan yang gusar, lekas marah, dan suka memancing ketidaksabaran sesamanya.

Tuhan itu panjang sabar artinya bahwa penghukuman yang Ia lakukan tidak serta merta terjadi dalam sekejap mata ketika kesalahan dilakukan tetapi nanti terjadi dalam bingkai panjang sabarnya Tuhan itu. Tetapi kesaksian Alkitab menyatakan bahwa ada kesalahan yang dihukum seketika itu juga, kisah Ananias dan Safira misalnya.

Panjang sabarnya Tuhan itu disertai dengan pernyataan bahwa Ia mempunyai kuasa yang besar; dapat melakukan apa saja yang dikehendakiNya. Tidak tergantung pada hukum sebab akibat yang dikenal oleh manusia.

Tuhan menghukum setiap kesalahan, bahkan kesalahan itu sendirilah yang menghukum manusia dengan hadirnya rasa penyesalan dan keadaan serba salah dalam kehidupan ini; waktu penghukuman bisa sekarang atau lama lagi, itu adalah rahasia Tuhan, karena itu jangan membiarkan dirimu ditetapkan untuk dihukum apalagi dibinasakan pada akhirnya,

Sebagai umat Tuhan, seharusnyalah bahwa dalam bingkai panjang sabar itu ada dalam tangan Tuhan, maka setiap kesempatan adalah untuk semakin memuliakan Tuhan sehingga pada akhirnya yang terasa dalam hidup ini hanyalah kenyataan bahwa Tuhan itu besar kuasaNya atas umat yang mengasihi Dia.

Mazmur 69:14
Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya TUHAN, pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia!

29 November 2023

MENGHUKUM DIRI SENDIRI

Rabu, 29 November 2023
Renungan Pagi

Titus 3:10-11
¹⁰ Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi.
¹¹ Engkau tahu bahwa orang yang semacam itu benar-benar sesat dan dengan dosanya menghukum dirinya sendiri. 

MENGHUKUM DIRI SENDIRI

Bidat adalah mereka yang mengajarkan sesuatu yang keliru dan disebutnya sebagai kebenaran. Orang yang menyebabkan kegusaran, kekacauan, dan masalah bagi dirinya sendiri.

Bidat yang telah ditegur satu dua kali tetapi tetap melakukan kesalahannya itu untuk dijauhi oleh Titus dalam pelayanan yang dilakukannya. Tidak usah memberi perhatian pada mereka yang tidak mau mengikuti kebenaran.

Kebenaran mencari jalannya sendiri dan orang benar akan selalu menemukan kebenaran itu di dalam rahmat dan anugerah Tuhan. Berdoalah senantiasa agar setiap kita dan setiap orang dapat dengan sukacita mengikuti ajaran yang benar.

Bidat itu menghukum dirinya sendiri berarti bahwa damai sejahtera menjauh dari padanya. Ia selalu ribut dengan sesamanya, hidupnya selalu dirongrong oleh berbagai persoalan, dan ia tidak tenang pada dirinya sendiri.

Menghukum diri sendiri yang benar adalah orang yang karena kesalahan yang dilakukannya belajar untuk mengambil tindakan yang mengarahkannya pada kedisiplinan rohani. Orang benar itu selalu bersedia mendisiplinkan dirinya sendiri, yaitu belajar selalu taat pada kehendak Allah walau hatinya tidak terlalu setuju sampai akhirnya dia akan menyadari bahwa jalan kebenaran itu menuju ke damai sejahtera.

Amsal 6:23
Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan