31 Agustus 2024

SOKONGAN PARA PEJABAT

Sabtu, 31 Agustus 2024
Renungan Pagi 

Ester 9:3-4
³ Dan semua pembesar daerah dan wakil pemerintahan dan bupati serta pejabat kerajaan menyokong orang Yahudi, karena ketakutan kepada Mordekhai telah menimpa mereka.
⁴ Sebab Mordekhai besar kekuasaannya di dalam istana raja dan tersiarlah berita tentang dia ke segenap daerah, karena Mordekhai itu bertambah-tambah besar kekuasaannya.

SOKONGAN PARA PEJABAT

Orang Yahudi yang mendapat sokongan dan yang memberi sokongan adalah para pembesar daerah, wakil pemerintah, bupati, dan pejabat kerajaan.

Sokongan diberikan kepada orang Yahudi dari upaya penindasan bahkan pemusnahan mereka secara menyeluruh oleh hasutan lawan mereka yang akan dilakukan secara serempak.

Para pembesar menyokong orang Yahudi artinya bahwa mereka memberi perlindungan atau situasi yang menguntungkan bagi mereka sehingga mereka dapat mengatasi pemusnahan yang telah dipersiapkan sebelumnya bahkan supaya mereka dapat melakukan pembalasan atas lawan-lawan mereka.

Para pembesar menyokong orang Yahudi karena pengaruh kekuasaan Mordekhai, orang Yahudi yang dipercayai oleh raja, yang semakin besar setiap hari.

Kekuasaan yang benar adalah pengaruh yang menyelamatkan dan bukan untuk berkuasa demi kepentingan sendiri. Mordekhai terbatas di lingkungan istana tetapi pengaruhnya ada pada setiap penguasa untuk menyelamatkan orang Yahudi, bahkan menyelamatkan bangsa Media dari kehancuran besar.

Kolose 3:14
Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

30 Agustus 2024

TIDAK BERBUAT DOSA

Jumat, 30 Agustus 2024
Renungan Pagi 

Ayub 2:10
Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

TIDAK BERBUAT DOSA

Berbuat dosa karena terpaksa adalah sebuah pembenaran bagi manusia. Sebenarnya tidak ada dosa yang dapat dibenarkan apa pun alasan untuk melakukannya. Dua kali dalam kisah keterpurukan Ayub, dinyatakan bahwa ia tidak berbuat dosa.

Menerima yang baik adalah harapan semua orang. Tetapi sering bahwa menerima yang baik itu hanya sekedar menikmati dan bukan bersyukur; ini pun adalah dosa.

Tidak mau menerima yang buruk adalah bentuk penolakan atas kemahakuasaan Allah. Perlu disadari bahwa dalam perkara 'tidak baik' pelukan Allah terasa lebih hangat dalam penyerahan diri kepada manusia.

Menuduh Allah sebagai dalang dari perkara tidak baik sudah merupakan dosa. Tetapi Ayub punya iman bahwa seandainya yang tidak baik itu pun berasal dari Allah, maka itu pun harus diterima. Terimalah segala sesuatu sebagai yang berasal dari Allah sehingga itu akan menjadi baik sebab Allah adalah baik adanya.

Manusia adalah salah satu faktor yang menyebabkan tindakan hidup pada sesamanya manusia. Karena itu, marilah berusaha untuk hadir menjadi pribadi yang terpaksa membuat sesama melakukan dosa dalam kehidupan ini karena tidak pilihan berbuat baik yang diberikan kepadanya; semua yang diberikan hanyalah 'ibarat makan buah simalakama'.

1 Yohanes 2:1
Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.