03 Desember 2024

HIDUP HANYA HEMBUSAN NAFAS

Senin, 2 Sesenber 2024
Renungan Pagi
 
Ayub 7:16
Aku jemu, aku tidak mau hidup untuk selama-lamanya. Biarkanlah aku, karena hari-hariku hanya seperti hembusan nafas saja.

HIDUP HANYA HEMBUSAN NAFAS

Bukan pernyataan untuk memandang enteng dan rendah nilai kehidupan yang berasal dari Allah melainkan sebuah ungkapan yang menggambarkan bahwa hidup yang begitu berharga ini adalah sesuatu sangat singkat waktunya.

Hanya hembusan nafas menggambarkan sesuatu yang singkat waktunya. Hanya butuh hitungan detik untuk terjadinya satu tarikan nafas pada manusia yang sedang duduk tenang dan akan semakin melambat pada orang yang sedang tidur dan menjadi sangat cepat pada orang-orang yang melakukan kegiatan yang membutuhan tenaga dan gerak yang banyak.

Manusia yang hanya hembunsan napas saja hendak mengajarkan kepada kita bahwa menjaga napas ini tetap ada berarti menjagi supaya hidup ini tetap bermakna di hadapan Tuhan dan manusia. Jika manusia hanya berusaha tetap bernapas tetapi tidak memperhatikan nilai kehidupan, maka hidupnya memang hanya hembusan napas dalam arti bahwa ia tidak memiliki kualtas hidup yang baik,

Ada kerinduan Ayub untuk tidak hidup selama-lamanya sebab keadaan dunia ini yang selalu menjadi tangtangan baginya. Tentu bukan dalam arti bunuh diri hal ini diterjemahkan tetapi bahwa hakikat kehidupan manusia di dunia ini bahwa semakin lama ia hidup maka semakin banyak pula derita yang dialami; hidup perlu memperjuangkan agar ia mengalami banyak kebahagian dan berbagi kebahagian dalam seluruh kehidupan ini.

Biarkanlah aku yang diminta Ayub kepada teman-temannya bukanlah soal tidak perlu saling kepedulian terhadap sesama, melainkan soal saling mendukung agar kehidupan yang hanya hembusan napas ini akan selalu berarti dan tidak menjadi terasa sia-sia saja.

Efesus 2:10
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

KETURUNAN TINGGAL TETAP

Minggu, 1 Desember 2024
Renungan Pagi

Yesaya 66:22
Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap.

KETURUNAN TINGGAL TETAP

Langit dan bumi akan berlalu; seandainya tanpa pemberitaan dari Firman Tuhan yang tegas mengatakan tentang hal itu, kuasa (mungkin lebih tepat memakai istilah keseimbangan) alam yang semakin rusak sudah mengindikasikan bahwa alam ini tidak kekal.

Manusia terbatas umurnya, hewan-hewan terbatas waktu hidupnya, tumbuh-tumbuhan tidak akan bertahan terhadap semua musibah yang bisa menimpa mereka. Penyebab bereakhirnya kehidupan juga sangat bermacam-macam. Semua ini hanya mengingatkan bahwa perlu ada perlindungan hidup, perlu jiwa yang memelihara kehidupan semakin ditumbuhkan dalam diri umat Tuhan.

Allah berkarya untuk mengubahkan langit dan bumi ini menjadi baru; membuat yang fana menjadi kekal. Biarlah hidup setiap orang terhisap dalam karya Allah ini; setiap hari semakin lebih dekat kepada kekekalan di dalam kasih Allah.

Nama tinggal tetap adalah harapan supaya nama ini, yaitu seluruh keberadaan hidup yang baik karena iman kepada Tuhan, maka akan selalu dikenang; sama seperti nama raja Daud yang tetap akan dikenang sampai selama-lamanya - dari keturunan ke keturunan.

Keturunan tinggal tetap adalah harapan dan peringatan bahwa iman itu adalah perkaran untuk diwariskan dari keturunan ke keturunan; bukan hanya secara biologis kepada anak, cucu, cicit dan seterusnya tetapi dari dan bagi kehidupan bersama umat manusia secara keseluruhan.

Mazmur 106:1
Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.