Renungan Pagi
Yakobus 2:23
Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah."
SAHABAT ALLAH
Persahabatan itu adalah hubungan timbal balik; berbeda dengan kesetiaan yang lebih pada subjektivitas dari pada relasi. Orang bisa setia kepada pihak yang tidak mengenalnya dan tidak mempedulikannya.
Percaya adalah tindakan menerima kebenaran perkataan atau janji seseorang/pihak lain yang walau sulit diterima oleh nalar karena tidak didukung oleh keadaan.
Persahabatan adalah hubungan yang dilandasi oleh kasih dan kepercayaan antara mereka yang bersahabat itu. Jika ada yang mengkhianati kepercayaan, maka itu adalah awal kehancuran persahabatan.
Percaya itu awal dari perkara-perkara besar yang terjadi dalam kehidupan manusia. Orangtua yang percaya bahwa anaknya punya masa depan yang baik akan menerima hal yang lebih besar dari itu.
Percaya pada diri sendiri, pada kualitas dan sumber daya yang ada dan atau percaya pada orang lain karena kehebatan dan kemampuannya pada akhirnya akan mengecewakan sebab manusia itu tidak ada sempurna. Bersahabat dengan Allah berarti mempercayakan hidup kepada Pribadi yang terpercaya.
Keluaran 34:21
Enam harilah lamanya engkau bekerja, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah engkau berhenti, dan dalam musim membajak dan musim menuai haruslah engkau memelihara hari perhentian juga.
2 Tesalonika 3:3
Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar