Renungan Pagi
Pengkhotbah 7:21
Juga janganlah memperhatikan segala perkataan yang diucapkan orang, supaya engkau tidak mendengar pelayanmu mengutuki engkau.
TELINGA YANG BAIK
Manusia berbicara tentang apa saja, baik yang baik maupun yang buruk; baik tentang dirinya sendiri maupun tentang sesama, baik memuji maupun menghina.
Memperhatikan ucapan berarti mendengarkan dengan segenap ingatan, perasaan, dan pikiran yang merespons sepenuhnya sehingga bisa menjadi tersinggung lalu kecewa atau marah.
Pelayan mengutuki tuan bisa dimaksudkan pada bentuk kiasan dari suara yang tidak diucapkan tetapi terdengar sebab terlalu meresapi apa yang dikatakan orang lalu diambil kesimpulan yang tidak sama seperti yang dimaksudkan oleh orang yang berbicara.
Orang yang terlalu memperhatikan segala perkataan orang akan menjadi kacau dan mengacaukan banyak hal sehingga bisa terjadi bahwa hambanya pun sampai berani mengutuki tuan yang kacau itu.
Telinga yang baik adalah telinga yang hanya merespons hal-hal baik yang didengarnya dan menjadi tuli terhadap hal-hal buruk. Ia menjadi tetap bahagia dan tenang.
Yakobus 1:19-20
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar