04 Agustus 2025

BIARLAH MENGALIR DAMAI

BIARLAH MENGALIR DAMAI

(Bangaran Pasamboan)

 

Ketika kebahagiaan mengisi hari-hari hidup,

maka seandainya boleh menahan waktu;

berharap akan selalu di waktu yang diam.

Mengapa waktu berjalan begitu cepat?

 

Ketika gumul bak dalam kelam berbuah harap akan hari terang;

seakan pada malam yang ingin menarik mentari segera muncul di ufuk timur.

Jiwa meronta dalam tak berdaya bertanya tentang mengapa waktu berjalan begitu lambat?

 

Seandainya mungkin, maka biarlah aku berada pada waktu yang terus mengalir damai,

waktu di mana aku dapat bergerak dan bernapas tanpa harus menghembus napas berat;

semua wajah tersenyum ramah dan cerah, tanpa kepura-puraan, semua dalam kehangatan …

Ah ... alangkah indahnya itu.

 

Namun hidup adalah siklus keadaan antara senang dan susah;

seperti musim hujan dan panas, pun perputaran waktu siang dan malam,

demikianlah hidup terus berjalan sampai menemui tuan bertajuk ajal.

 

Hanya sedikit harap bahwa jika saja dalam duka ada tangan yang merangkul,

tangan yang terus memapah sampai tidak harus lagi menangis berjalan walau kaki tetap tertatih;

hidup yang menawarkan sandaran untuk tempat mengaso kala penat.

 

Kehidupan ini hanya sesaat dan seandainya mungkin,

maka biarlah kuraih sedikit asaku tentang hidup;

aku merindukan hidup yang mengalir dalam damai.

 

Agustus, 2025

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 Dilihat