BIARLAH
MENGALIR DAMAI
(Bangaran
Pasamboan)
Ketika kebahagiaan mengisi hari-hari hidup,
maka seandainya boleh menahan waktu;
berharap akan selalu di waktu yang diam.
Mengapa waktu berjalan begitu cepat?
Ketika gumul bak dalam kelam berbuah harap akan
hari terang;
seakan pada malam yang ingin menarik mentari
segera muncul di ufuk timur.
Jiwa meronta dalam tak berdaya bertanya tentang
mengapa waktu berjalan begitu lambat?
Seandainya mungkin, maka biarlah aku berada
pada waktu yang terus mengalir damai,
waktu di mana aku dapat bergerak dan bernapas
tanpa harus menghembus napas berat;
semua wajah tersenyum ramah dan cerah, tanpa
kepura-puraan, semua dalam kehangatan …
Ah ... alangkah indahnya itu.
Namun hidup adalah siklus keadaan antara senang
dan susah;
seperti musim hujan dan panas, pun perputaran
waktu siang dan malam,
demikianlah hidup terus berjalan sampai menemui
tuan bertajuk ajal.
Hanya sedikit harap bahwa jika saja dalam duka
ada tangan yang merangkul,
tangan yang terus memapah sampai tidak harus
lagi menangis berjalan walau kaki tetap tertatih;
hidup yang menawarkan sandaran untuk tempat
mengaso kala penat.
Kehidupan ini hanya sesaat dan seandainya
mungkin,
maka biarlah kuraih sedikit asaku tentang
hidup;
aku merindukan hidup yang mengalir dalam damai.
Agustus, 2025
Tidak ada komentar:
Posting Komentar