Rabu, 27 Agustus 2025
Renungan Pagi
Ayub 1:22
Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.
MENUDUH ALLAH
Manusia hidup di dalam kehidupan yang selalu silih berganti antara susah dan duka, antara sukses dan gagal. Manusia yang selalu bersikap baik karena berpikir realistis, akan mampu memahami tentang karya Allah di dalam seluruh perkara kehidupannya.
Ada orang yang melihat perputaran roda kehidupan manusia sebagai keadilan Allah bahwa semua itu terjadi agar manusia memuliakan Tuhan dalam seluruh hidupnya, baik suka maupun duka - dalam keadaan baik maupun susah.
Pada pihak lain, ada orang yang menuduh Allah sebagai Pribadi yang menggunakan kuasaNya secara semena-mena bahwa Ia dengan sengaja membuat orang lain sukses dengan sedikit usaha sedangkan orang lain yang berusaha keras selalu gagal dalam banyak hal yang dilakukannya.
Sisi berpikir lain adalah mereka yang dapat dikatakan berada pada sisi yang melihat hidup sebagai perputaran karma, orang baik berbahagia dan orang jahat dihukum, orang rajin berjaya dan orang malas mengalami kemalangan. Ada kebenaran dalam sudut pandang seperti ini tetapi tidak semua benar; Ayub itu orang baik dan saleh (baca: beriman) tetapi ia justru mengalami penderitaan.
Ketika terjadi kesusahan dalam hidup ini, janganlah kita menuduh Allah sebagai dalang dari semua keadaan yang susah yang sedang terja melainkan belajarlah untuk melihat bahwa justru pada saat itulah kasih Allah sedang dinyatakan untuk merangkul umatNya dalam kelemanah mereka.
Matius 28:20
"... dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar