03 Desember 2025

TUHAN MENYENDENGKAN TELINGA

Rabu, 3 Desember 2025
Renungan Pagi

Mazmur 116:1-2
Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku. Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya.

TUHAN MENYENDENGKAN TELINGA

Aku mengasihi Tuhan adalah sebuah pengakuan yang seharusnya ada pada setiap orang. Tidak mengasihi Tuhan tidak akan berpengaruh banyak atau tidak berpengaruh sama sekali pada kehidupan duniawi manusia tetapi itu menghilangkan banyak hal yang bersifat kejiwaan dalam hidup manusia.

Kasih kepada Tuhan adalah sebuah hasil perenungan atas masa lalu di mana Allah mendengarkan suara dan permohonannku. Tuhan mendengar suara adalah sebuah gambaran tentang hubungan pribadi di mana orang bisa mengenal suara temannya. Tuhan mendengar permohonan adalah pengakuan bahwa Tuhan menolong kehidupan dalam setiap perkara yang terjadi.

Menyendengkan telinga adalah tindakan yang dilakukan agar diantara banyak suara yang ada, maka suara tertentu dapat didengar dengan lebih jelas atau tindakan mendekatkan telinga ke sumber suara yang tidak jelas (frekuensi suara lemah) sehingga suara itu menjadi lebih jelas. Tuhan menyendengkan telinga adalah sebuah pengakuan bahwa Allah mendengar dengan perhatian khusus kepada umatNya.

Karena Tuhan menyendengkan telinga, maka hendaklah manusia berseru kepada Tuhan seumur hidup. Berdoa bukan hanya ketika perlu tetapi juga karena merasakan pertolongan yang tidak berkesudahan itu.

Ada orang yang mengaku mengasihi Tuhan tetapi tidak berdoa. Kasih seperti itu adalah kasih yang tidak mempunyai dasar dan tidak mempunyai interaksi, serta kasih yang tidak mempunyai tujuan.

Efesus 6:18
dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 Dilihat