12 Desember 2025

TIDAK TAKUT KEPADA MALAPETAKA

Jumat, 12 Desember 2025
Renungan Pagi

Sefanya 3:15 
TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi.

TIDAK TAKUT KEPADA MALAPETAKA

Keadaan yang tenang dan aman dirindukan semua orang. Tidak ada yang merindukan keadaan yang kacau bagi hidupnya. Ada orang yang menciptakan suasana kacau sebab itu akan membantunya untuk mencapai 'ketenangan dan keamanan bagi dirinya sendiri'.

Ketenangan itu adalah milik setiap orang secara pribadi diukur dengan ketabahan dan kesabaran yang dimilikinya. Peristiwa yang sama, misalnya terpapar hujan ketika dalam perjalanan, akan menjadi peristiwa yang berbeda bagi orang yang berbeda; bagi orang lain itu biasa saja, tetapi bagi orang lain itu masalah selangit.

Keadaan tenang juga adalah interaksi dengan orang lain. Jika bersama dengan orang tertentu, keadaan serasa aman dan nyaman, tetapi bersama orang lain semuanya terasa lambat dan berat.

Paling terutama bahwa rasa tidak tenang dan aman itu adalah karena dosa dan kesalahan kepada Tuhan dan sesama. Orang yang melakukan yang jahat kepada sesamanya, maka ia akan menuai malappetaka dari hidupnya yang tidak dekat dengan Tuhan dan sesama.

Tuhan sebagai Raja adalah jaminan bahwa Ia berkuasa sepenuhnya untuk menganegerahkan damai di tengah besarnya malapetaka yang terjadi sekali pun. Tuhan mengampuni (menyingkirkan hukuman) dan melindungi (menebas binasa musuh) umat-Nya. Allah adalah jaminan rasa tenang yang sesungguhnya.

Mazmur 34:20
Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 Dilihat