Sabtu, 6 Desember 2025
Renungan Pagi
Roma 7:22-23
Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah,tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.
HUKUM DI DALAM BATIN
Melakukan kehendak Allah itu adalah hukum di dalam batin manusia. Karena itu, hanya orang yang selalu membatin yang bisa melakukan hukum Allah sementara orang yang terlalu gampang berbicara, menangggapi segala sesuatu dengan egoisme, akan sulit untuk menerima hukum Allah.
Hukum Allah itu disebut sebagai akal budi, hukum yang berjalan seiring antara akal dan budi; orang yang bekerja dengan selalu mengutamakan akal tanpa memberi tempat pada budi akan terjebak menjadi orang yang suka akal-akalan; tindakan menipu, manipulasi, sok tahu, dan banyak lagi yang bisa terjadi ada orang yang mengutamakan akal tanpa budi.
Pada sisi lain, orang yang mengutamakan budi tanpa memakai akal, akan terjebak pada rasa 'berhutang budi' dan dengan demikian ia gampang diatur oleh orang lain berdasarkan hutang budi itu. Ia hanya berbuat baik karena budi orang lain demikian.
Anggota-anggota tubuh adalah yang melakukan kehendak batin manusia. Sering terjadi bahwa baik di dalam hati tetapi secara manusia menjadi 'kasar' keluarnya sebab dia memang manusia itu rapuh adanya. Tetapi selama itu kesalahan yang tidak disengaja, maka itu bukan dosa, dan wajar meminta maaf atasnya. Meruapakan kesalahan adalah ketika manusia jahat di dalam hatinya dan penuh dengan akal busuk kemudian dibungkus dengan sesuatu yang baik untuk mengelabui orang lain. Lain di bibir lain di hati, kata lagu.
Banyak orang yang mengatakan bahwa ia melayani Allah tetapi kemudian bertindak berdasarkan akal dan budi ukuran manusiawinya sendiri sehingga justru yang terjadi dalam hidupnya adalah menolak Allah dan menyombongkan dirinya, bahkan mau mengambil tempat Allah di dalam kehidupan ini.
1 Timotius 1:5
Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar