19 Desember 2025

MEMIKUL KEMARAHAN TUHAN

Jumat, 19 Desember 2025
Renungan Pagi

Mikha 7:8-9
Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku.
Aku akan memikul kemarahan TUHAN, sebab aku telah berdosa kepada-Nya, sampai Ia memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku, membawa aku ke dalam terang, sehingga aku mengalami keadilan-Nya.

MEMIKUL KEMARAHAN TUHAN

Musuh bersukacita adalah keadaan di mana orang merasakan keadaan terbuang sebab dalam kesusahan yang dialaminya, maka ia ditinggalkan oleh orang yang seharusnya melindungi dirinya, mereka yang seharusnya adalah teman dan mengaku sebagai teman tetapi nyatanya mereka adalah orang yang memasang berbagai benteng agar teman itu tidak dapat bergerak.

Bangun setelah jatuh menggambarkan kenyataan bahwa dunia ini selalu ada kemungkinan untuk memerbaiki yang salah, meluruskan yang bengkok; walau kita tahu bahwa sangat sulit untuk meluruskan yang telah bengkok itu menjadi selurus sebelum dibengkokkan dan bahwa tidak ada luka yang tidak berbekas tetapi kita harus tetap mengobati luka di hati ini.

Duduk dalam gelap adalah gambaran tentang mengalami keadaan susah untuk waktu yang lama tetapi bahkan dari peristiwa itu pun Allah akan tetap memberikan pertolongan bagi umat-Nya. Pada sisi lain, istilah duduk dalam gelap bisa dipahami sebagai keadaan hidup yang dilingkupi oleh dosa, baik dosa pribadi maupun oleh gelapnya kehidupan di sekitar karena kuasa dosa yang menguasai orang-orang dan sistem hidupnya yang buruk. Allah akan tetap menjadi terang hidu bagi mereka yang taat kepada-Nya.

Memikul kemarahan Tuhan adalah penyerahan diri sepenuhnya untuk menanggung risiko yang harus diterima oleh setiap orang yang melakukan kesalahan dan dosa. Orang bersalah menanggung beban 'meminta maaf,' orang yang tidak melakukan tanggung jawabnya dengan baik bartanggungjawab memperbaiki tugasnya yang tidak selesai bahkan jika harus memulainya dari titik nol.

Tuhan memperjuangkan perkara umatNya dan memberi keadilanNya kepada mereka adalah titik awal kehidupan umat Tuhan untuk membentuk kehidupan yang adil, benar, dan benar di dunia ini; titik awalnya adalah memikul kemarahan TUHAN.

Ibrani 12:11
Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 Dilihat