Minggu, 14 Desember 2025
Renungan Pagi
Mazmur 86:12-13
Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya; sebab kasih setia-Mu besar atas aku, dan Engkau telah melepaskan nyawaku dari dunia orang mati yang paling bawah.
KEHENDAK TERINDAH
Kehendak adalah dorongan terkuat dari dalam diri untuk melakukan sesuatu. Tentu saja bahwa setiap kehendak itu memiliki dasar atau tujuan yang besar sehingga ia menjadi sesuatu yang seperti akan meledak jika tidak diwujudkan.
Kehendak pemazmur adalah untuk bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati; bukan hanya ketika merasakan hal-hal yang baik menurut hemat perhitungan manusia yang mengukur segalanya dengan prestasi dan materi tetapi bagaimana dalam segala keadaan selalu menyadari bahwa kasih Allah itu tidak berkesudahan bagi manusia.
Memuliakan nama Tuhan untuk selama-lamanya juga adalah kehendak pemazmur. Memuliakan nama Tuhan bisa melalui bentuk pengucapan syukur, tetapi memuliakan Tuhan adalah dengan kata, tindakan, dan sikap hidup setiap waktu. Jika hanya pada waktu tertentu orang memuliakan Tuhan dan pada waktu lain memuliakan dirinya sendiri, maka hidupnya bukanlah hidup yang bersyukur tetapi hidup yang membusungkan dada.
Allah itu besar kasih setiaNya artinya bahwa kasih setia Tuhan itu tidak terhalang oleh hal buruk yang terjadi dalam kehidupan ini; bahkan melalui hal buruk yang terjadi, di sana ada karya Allah yang sedang mengangkat umatNya dari kebinasaan.
Nyawa yang dilepaskan dari dunia orang mati yang paling bawah adalah sebuah ungkapan tentang hidup yang dibayang-bayangi oleh ketakutan yang sangat besar bahkan oleh kematian yang mengerikan; Allah membebaskan dari musuh yang bersenjata lengkap dan berjumlah banyak adalah contoh Allah melepaskan dari dunia orang mati yang paling bawah. Allah mengasihi umatNya dan kita tahu bahwa dunia orang mati tidak lagi berkuasa atas kekasih-kekasih Tuhan.
1 Yohanes 4:17
Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar