Kejadian 24:42-53
24:43 Di sini aku berdiri di dekat mata air ini; kiranya terjadi begini: Apabila seorang gadis datang ke luar untuk menimba air dan aku berkata kepadanya: Tolong berikan aku minum air sedikit dari buyungmu itu,
24:44 dan ia menjawab: Minumlah, dan untuk unta-untamu juga akan kutimba air, -- dialah kiranya isteri, yang telah TUHAN tentukan bagi anak tuanku itu.
24:45 Belum lagi aku habis berkata dalam hatiku, Ribka telah datang membawa buyung di atas bahunya, dan turun ke mata air itu, lalu menimba air. Kataku kepadanya: Tolong berikan aku minum.
24:46 Segeralah ia menurunkan buyung itu dari atas bahunya serta berkata: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum. Lalu aku minum, dan unta-unta itu juga diberinya minum.
24:47 Sesudah itu aku bertanya kepadanya: Anak siapakah engkau? Jawabnya: Ayahku Betuel anak Nahor yang dilahirkan Milka. Lalu aku mengenakan anting-anting pada hidungnya dan gelang pada tangannya.
24:48 Kemudian berlututlah aku dan sujud menyembah TUHAN, serta memuji TUHAN, Allah tuanku Abraham, yang telah menuntun aku di jalan yang benar untuk mengambil anak perempuan saudara tuanku ini bagi anaknya.
24:49 Jadi sekarang, apabila kamu mau menunjukkan kasih dan setia kepada tuanku itu, beritahukanlah kepadaku; dan jika tidak, beritahukanlah juga kepadaku, supaya aku tahu entah berpaling ke kanan atau ke kiri."
24:50 Lalu Laban dan Betuel menjawab: "Semuanya ini datangnya dari TUHAN; kami tidak dapat mengatakan kepadamu baiknya atau buruknya.
24:51 Lihat, Ribka ada di depanmu, bawalah dia dan pergilah, supaya ia menjadi isteri anak tuanmu, seperti yang difirmankan TUHAN."
24:52 Ketika hamba Abraham itu mendengar perkataan mereka, sujudlah ia sampai ke tanah menyembah TUHAN.
24:53 Kemudian hamba itu mengeluarkan perhiasan emas dan perak serta pakaian kebesaran, dan memberikan semua itu kepada Ribka; juga kepada saudaranya dan kepada ibunya diberikannya pemberian yang indah-indah.
24:54 Sesudah itu makan dan minumlah mereka, ia dan orang-orang yang bersama-sama dengan dia, dan mereka bermalam di situ. Paginya sesudah mereka bangun, berkatalah hamba itu: "Lepaslah aku pulang kepada tuanku."
PERSIAPAN
PERNIKAHAN
Menikah adalah sebuah keputusan besar di antara
banyak keputusan besar yang diambil manusia untuk kehidupannya. Keputusan
lainnya yang bahkan lebih besar dari itu adalah orang yang memutuskan untuk
tidak menikah karena berfokus seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan.
Sebagai keputusan besar, maka itu seharusnya
dipersiapkan dengan baik. Persiapan itu dimulai dari pembentukan karakter yang
baik dalam kehidupan; ini adalah tanggung jawab orangtua di rumah, rohaniwan
dalam pengajaran, guru di sekolah, kakak kepada adik, pemimpin kepada bawahan,
dan dalam seluruh hubungan manusia dalam interaksinya dengan sesama.
Ribka dipilih oleh bujang Abraham menjadi
isteri Ishak, bukan terutama karena ia cantik tetapi karena karakter baik yang
dimilikinya. Seandainya syarat untuk mendapatkan isteri bagi Ishak yang
ditunjukkan Tuhan sesuai dengan permintaan bujang Abraham, maka pastilah bahwa
Ribka yang cantik itu tidak akan dipilih. Memang tidak ada penjelasan dalam
Alkitab bagaimana seandainya orang yang datang ke sumur untuk menimba air itu
adalah orang yang parasnya tidak cantik.
Saudara yang dikasihi Tuhan; Bujang Abraham
meminta pertanda tentang karakter gadis yang baik untuk diambilnya menjadi
isteri tuannya, yaitu Ishak. Ada beberapa karakter yang bisa kita lihat dari
Ribka untuk menjadi isteri yang baik:
Pertama, bersedia menolong orang asing. Sering orang
asing itu diwaspadai, dicurigai, dan bahkan digosipkan di antara orang-orang.
Ribka memberikan teladan tentang menolong itu tidak boleh hanya terbatas pada
teman, keluarga, atau batasan-batasan tertentu melainkan memberi pertolongan
itu kepada semua orang. Pasangan suami isteri itu adalah pasangan yang serasi
jika bisa saling memberi pertolongan.
Kedua, tidak hitung-hitung memberi pertolongan.
Diminta untuk memberi minum kepada orang asing tetapi memberi minum juga kepada
seluruh ternak yang dimiliki oleh orang itu. Sebuah ketulusan yang memang tiada
duanya dari orang-orang yang diberkati oleh Tuhan; berkat terbesar yang
dimiliki oleh seseorang adalah ketika ia bisa dengan tulus menolong setiap
orang. Di dalam rumah tangga orang-orang yang demikian, maka panggilan Tuhan
untuk menjadikan keluarganya sebagai saluran berkat akan menjadi kenyataan.
Pribadi yang penuh dengan kemurahan hati yang
ditunjukkan oleh Ribka adalah pribadi yang terbaik yang ditunjukkan oleh Tuhan
untuk menjadi pasangan yang terbaik dalam rumah tangganya.
Setelah belajar tentang pribadi Ribka, maka hal
terakhir untuk diperhatikan adalah bahwa terbentuknya rumah tangga yang bahagia
itu dimulai dari setiap pihak sama-sama menyerahkan perkara terbentuknya rumah
tangga itu dalam pengaturan Tuhan; sekaligus ini menjadi syarat terbentuknya
perjalanan rumah tangga yang bahagia bahwa setia pihak menyerahkan rumah
tangganya kepada Tuhan.
Mari mengakhiri renungan ini dengan
mendahulukan setiap hal yang harus dikerjakan di hadapan Tuhan lebih daripada
perkara makan dan minum sehingga ketika perkara kehidupan berumah tangga
diserahkan kepada Tuhan, akan ada suasana makan dan minum (lambang damai
sejahtera) menjadi kenyataan.
Terpujilah Kristus yang adalah pembentuk
keluarga dan sumber hidup keluarga satu-satunya.
Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar